Talkshow, Sekda Ungkap Tantangan 42 Ribu UMKM Kuningan
INILAHKUNINGAN– Potensi Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kuningan sangat besar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U Kusmana, menyebut jumlah potensinya mencapai 42 ribu UMKM. Sayang, potensi besar itu, terkendala masih lemahnya pemahaman UMKM dalam hal keuangan.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Jika dikelola dengan baik, sektor ini tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran,” ujar Uu Kusmana, disela Menjadi Narasumber Seminar dan Talk Show Ramadan bertajuk “Cerdas Finansial UMKM Melesat: Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah untuk Pengembangan UMKM” di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kuningan, Kamis (12/3/2026).
Kata dia, salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan pemahaman dalam mengelola keuangan usaha.
“Banyak pelaku usaha yang memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana mengelola keuangan usaha secara sehat, bagaimana mengakses pembiayaan yang tepat, serta bagaimana mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, keuangan syariah dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi pelaku UMKM karena mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan keberkahan dalam berusaha.
“Prinsip bagi hasil, kejujuran, serta menghindari praktik riba merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan kehidupan masyarakat kita. Karena itu literasi keuangan syariah perlu terus ditingkatkan,” tambahnya.
Ketua GOW Kabupaten Kuningan Hj. Rini Sujiyanti mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dari kalangan perempuan. GOW sebagai wadah organisasi perempuan di Kabupaten Kuningan sendiri, memiliki banyak anggota yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah.
“Di GOW terdapat puluhan organisasi perempuan dengan anggota yang jumlahnya sangat banyak. Sebagian besar juga memiliki kegiatan usaha, sehingga kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha,” ujar Rini Sujiyanti.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan akan membantu pelaku UMKM memahami berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, termasuk akses permodalan, legalitas usaha, hingga pengelolaan keuangan yang lebih baik./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.