INILAHKUNINGAN- Isu balas jasa politik Bupati Kuningan terpilih terhadap tim sukses inti atas kemenangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuningan Tahun 2024, ternyata bukan hanya tercium dalam bagi-bagi proyek, posisi jabatan di pemerintahan, hingga berbagi posisi dalam organisasi strategis, tapi juga tercium dalam program ibadah umroh ke tanah suci.

Publik sering menyebutnya sebagai “umroh politik”. Isu memprihatinkan ini disebut terjadi sejak November 2025. Sebanyak 5 sosok yang diduga kuat masuk dalam tim sukses strategis Bupati Kuningan saat pilkada, dilaporkan berangkat ibadah umroh bersama, dengan biaya dari APBD Kuningan.

Program umroh APBD inipun, berlanjut di tahun 2026 ini senilai Rp180 juta. Kabag Kesra Setda, Empu Muplihudin, saat dikonfirmasi, membenarkan ada alokasi dana sekitar Rp180 juta untuk memberangkatkan ibadah umroh 5 warga Kuningan tahun ini. Yang tentu, menurutnya harus memenuhi kriteria.

Sayang, Ia mengelak tahu saat ditanya pemberangkatan umroh 5 warga Kuningan dari biaya APBD Tahun 2025, yang diduga sebagai umroh politik karena diambil khusus dari mantan tim sukses pilkada. Tentu tanpa kriteria ideal. “Yang tahun lalu saya tidak tahu, saya belum bertugas di Kabag Kesra waktu itu,” kilah Emup Muplihudin, Rabu (20/5/2026), kepada InilahKuningan

Tapi sebagai Kabag Kesra saat ini, Ia berjanji, sudah berniat akan memastikan 5 warga Kuningan yang akan diberangkatkan umroh tahun ini harus memenuhi kriteria berprestasi. Ditanya nama 5 calonnya, Ia mengaku belum ada. Tapi sebutyy dia, ada 1 calon yang sudah pasti diberangkatkan umroh, bahkan sudah diumumkan Bupati Kuningan. Yaitu pemenang masjid terbaik, dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kuningan. Lainnya mungkin menunggu dari prestasi MTQ.

“Yang 4 belum ada nama-namanya. Itupun kembali kepada dananya nanti betul ada atau tidak. Meskipun alokasi memang ada untuk kuota 5 orang. Tapi kalau pada waktunya dana tidak ada atau kurang, paling ada pengurangan kuota,” katanya./tat

Idul Fitri 1447 H