Pertanian Kuningan Bakal Dikendali Robot, Siap-Siap Buruh Tani Nganggur?
INILAHKUNINGAN- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah, menyambut baik pengembangan teknologi AI-TRAC atau bArtificial Intelligence Tractor Retrofit Autonomous Control dan ANTRAC, sebuah robot cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) bekerjasama IPB University, dalam pertanian Kuningan.
Lalu, bagaimana nasib para buruh tani, apakah harus gigit jari, lalu mnejadi pengangguran?
“Justru yang perlu diluruskan adalah bahwa robot dan teknologi pertanian tidak hadir untuk menggantikan petani atau buruh tani, tetapi untuk membantu mereka bekerja lebih ringan, lebih cepat, lebih aman, dan lebih produktif,” terang Dr Wahyu Hidayah, saat dikonfimasi InilahKuningan
Ditegaskan, robot tidak mengambil pekerjaan petani. Robot mengambil pekerjaan yang berat, berulang, dan semakin sulit dikerjakan karena kekurangan tenaga kerja. Sementara petani tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam proses produksi pangan.
Hari ini tantangan pertanian Kuningan bukan kelebihan tenaga kerja, tetapi justru semakin berkurangnya tenaga kerja pertanian. Banyak generasi muda yang tidak lagi tertarik bekerja di sawah, sementara usia petani semakin tua. Di beberapa wilayah, saat musim tanam dan panen bahkan sering terjadi kekurangan tenaga kerja sehingga biaya produksi menjadi tinggi.
“Karena itu, penggunaan robot, drone, dan alat mesin pertanian modern merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi. Buruh tani tidak akan ditinggalkan,” tegasnya lagi
Yang berubah adalah jenis pekerjaannya. Jika dulu hanya mengandalkan tenaga fisik, ke depan mereka dapat menjadi operator traktor pintar, teknisi alat pertanian, pengelola data pertanian, maupun tenaga pendukung agribisnis lainnya yang memiliki nilai tambah dan pendapatan lebih baik.
“Kita bisa melihat pengalaman di negara-negara maju. Pertanian mereka maju bukan karena petaninya hilang, tetapi karena petaninya semakin terampil memanfaatkan teknologi,” katanya
Di Kabupaten Kuningan, transformasi pertanian yang sedang didorongnya adalah pertanian yang memadukan teknologi dengan sumber daya manusia. Teknologi menjadi alat bantu, sementara petani tetap menjadi aktor utama. Jadi tidak ada cerita buruh tani harus gigit jari atau menganggur. Yang ada adalah peningkatan kapasitas agar mereka naik kelas dan memperoleh peluang kerja yang lebih baik di sektor pertanian modern.
“Visi kami jelas, yaitu menciptakan pertanian yang lebih produktif, lebih menguntungkan, dan lebih menarik bagi generasi muda, tanpa meninggalkan petani dan buruh tani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah,” tandas Dr Wahyu Hidayah./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.