SMK Swasta Pelaku Penganiayaan Brutal Siswa SMPN 2 Jalaksana Terancam Disanksi, Kadisdik: Harus Ditindak Tegas!
INILAHKUNINGAN– Kemarahan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, atas kasus penganiayaan brutal korban, M Nur Ramadhan (15), siswa SMPN 2 Jalaksana, oleh Oknum Siswa SMK Swasta P, ditindaklanjuti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr Elon Carlan.
Ia menyatakan siap mengawal perkara tersebut. Apalagi korban dengan 30 jahitan operasi di kepala, disebut Bupati Dian bukan sebagai kenakalan remaja, tapi sudah masuk tindak kriminal.
“Siap, akan kami kawal kasus ini sampai tuntas,” tegas Dr Elon Carlan, Senin (14/09/2026), kepada InilahKuningan
Elon berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan ada tindakan tegas terhadap satuan pendidikan tempat pelajar yang diduga terlibat dalam kasus tersebut menempuh pendidikan.
Hal itu dinilai penting karena jenjang pendidikan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami akan meminta provinsi untuk tegas memberikan tindakan terhadap SMK-nya,” ujar Elon.
Menurutnya, kewenangan pengelolaan SMK di tingkat provinsi bukan berarti persoalan kekerasan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan kemudian menjadi persoalan yang dapat dilepaskan begitu saja oleh pemerintah provinsi.
Sebaliknya, ketika seorang peserta didik dari satuan pendidikan di bawah kewenangan provinsi diduga terlibat dalam kekerasan serius terhadap pelajar lain, pemerintah provinsi harus hadir mengambil tanggung jawab sesuai kewenangannya.
“Jangan karena kejadiannya berada di daerah, kemudian provinsi tutup mata. Ini menyangkut keselamatan anak dan dunia pendidikan,” tegasnya.
Elon memastikan koordinasi akan dilakukan, baik terkait langkah pembinaan dan tindakan terhadap satuan pendidikan maupun pengawalan terhadap proses hukum yang ditempuh keluarga korban.
“Ini bukan sekadar persoalan antarindividu. Ada tanggung jawab pendidikan yang harus kita lihat bersama. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik, bukan justru menjadi titik lahirnya kekerasan,” lanjutnya./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.