Penganiaya Brutal Siswa SMPN 2 Jalaksana Mundur, Ini Penjelasan SMK Pertiwi Kuningan
INILAHKUNINGAN- Terancam disanksi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui usulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, atas insiden penganiyaan oknum siswanya, KN (18), terhadap siswa SMPN 2 Jalaksana, M Nur Ramadhan (15), hingga mengalami operasi 30 jahitan di kepala akibat pendarahan akut, SMK Pertiwi Kuningan, akhirnya angkat bicara.
Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitrianto, melalui Wakil Kepalanya Ajat Sudrajat, mengaku baru mengetahui insiden parah tersebut, dari media. “Kita baru tahu dari media. Samasekali tidak ada laporan, kalau ada tindakan oknum siswanya separah ini,” ujar Ajat Sudrajat, di Kampus SMK Pertiwi Kuningan, Senin (14/09/2026), kepada InilahKuningan
Setelah info itu, Ia bergerak ke rumah pelaku, juga menengok sekaligus memberikan santunan kepada korban. Ia juga berkoordinaasi ke Pemerintahan Desa Babakan Mulya, desa rumah korban, hingga baru tahu telah ada mediasi, hingga kedua belah pihak sepakat diselesaikan lewat solusi kekeluargaan.
“Mungkin juga karena viral, tekanan tinggi, pelaku merasa sendiri, down mentalnya, jadi tadi pagi, sekitar pukul 09.00, pelaku juga orang tuanya datang ke sekolah menyatakan mengundurkan diri dari sekolah,” ungkap dia
Diakui Ajat Sudrajat, saat melihat kondisi korban penganiayaan oknum siswanya, mengenaskan sekali. “Ya, melihat kondisi korban mengenaskan,” ucapnya
Ditanya usulan sanksi yang diusulkan Disdikbud Kuningan kepada SMK Pertiwi Kuningan, Ajat Sudrajat belum bisa memberikan tanggapan. “Kalau ranah itu, mungkin pak kepala nanti yang menyampaikan. Kalau saya takut salah menanggapi. Karena itu kan sudah menyangkut lembaga sekolah. Harus ke pak kepala langsung,” ujar dia
Yang pasti, SMK Pertiwi Kuningan menjadikan kasus ini sebaagai pembelajaran. SMK Pertiwi Kuningan sejauh ini sudah berusaha maksimal fokus menjaga perilaku siswa agar tidak menyimpang, baik melalui wali kelas, juga bekerjasama dengan orang tua siswa.
“Memberikan himbauan, sosialisasi, dan semacamnya, itu sudah kita lakukan sesuai arahan Pak Gubernur Jabar tidak boleh ada bullying,” aku Ajat Sudrajat./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.