Jaga Lingkungan Bersih, Office Boy Puspita Cipta Group Diajak Cerdas Kelola Sampah
INILAHKUNINGAN- Persoalan pelik sampah di Kabupaten Kuningan, menjadi perhatian serius PT Puspita Cipta Group. Solusi mendasar terus diupayakan internal perusahaan berpegawai ribuan tersebut, melalui Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Non Organik, di Aula Joglo Arunika, Desa Cisantana, Cigugur, Kuningan.
Sosialisasi dengan Narasumber tunggal Steering Committee Heni Hidayati SE, MMA ini, diikuti ratusan tenaga Office Boy (OB) dari setiap unit kerja PT Puspita Cipta Group, bukan hanya unit kerja di Kuningan, melainkan juga unit kerja Brebes, Majalengka dan lain-lain.
Dalam arahannya kepada para OB, Heni Hidayati memaparkan klasifikasi dan jenis sampah di lingkungan kerja, metodologi pemilahan dan penanganan sampah, tujuan dan manfaat jangka panjang pemilahan sampah dan sinergi manajemen dan karyawan dalam implementasi pengolahan sampah.
Seperti Sampah Organik Food & Beverage, menurutnya memiliki dekomposisi alami. Dimana, sisa makanan dan bahan nabati memiliki sifat biologis yang mudah terurai oleh mikroorganisme, sehingga berpotensi besar untuk diolah menjadi kompos atau biogas. Maka, diperlukan pemisahan sumber dengan memisahkan sisa dapur dari kontaminan anorganik di area resto.
“Ini sangat krusial untuk mencegah pembusukan anaerobic (penguraian bahan organic oleh mikroorganisme) yang menghasilkan gas metana berbahaya di TPA,” katanya
Selain itu, untuk pengurangan limbah harus diImplementasi sistem manajemen stok bahan makanan yang ketat di area F&B dapat meminimalisir volume sampah organik yang dihasilkan setiap harinya.
Begitu juga pengolahan sampah non-organik. Seperti bagaimana mengelola limbah kertas kantor dari aktivitas administrasi secara efisien untuk proses daur ulang. Juga kemasan plastic, dengan memisahkan botol dan pembungkus plastik guna mengurangi beban limbah padat di tempat pembuangan akhir. Termasuk limbah logam dengan mengumpulkan sisa peralatan kantor berbahan logam untuk diproses kembali menjadi bahan baku industri./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.