INILAHKUNINGAN– Setelah berinvestasi bisnis dalam pembangunan komplek megah Diva Convention Hall, Emirio Hotel dan Amanta Resto di Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Kuningan, Pengusaha Sukses Kabupaten Kuningan, DR H Agus Suparman, MM kembali berinvestasi pendidikan keagamaan, melalui pembangunan Komplek Pondok Pesantren dan Boarding School Islam Al Fatih, di Desa Cikareo, Kecamatan Kadugede.

Di bawah Yayasan Lembah Hati Mulia, niat mulia tersebut, dimulai dengan Peletakan Batu Pertama pembangunannya di atas lahan 2 hektar, Sabtu (29/08/2026). Yang ditutup santunan terhadap ratusan anak yatim. Turut menyaksikan, Tokoh Nasional Hj Non Saputri atau Bunda Putri, Brigadir Jendral TNI (Purn) Yudi Janibar, Camat Kadugede, Pemerintah Desa Cikareo, hingga tokoh ulama.

Dalam pidatonya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Lembah Hati Mulia, DR H Agus Suparmman, MM mengingatkan, bahwa pendidikan adalah investasi paling strategis dalam membangun masa depan bangsa. Gedung dapat dibangun dalam beberapa tahun, infrastruktur dapat diperbaiki dalam beberapa bulan, tetapi pembangunan manusia membutuhkan proses panjang, konsisten, dan berkesinambungan.

Atas dasar pemikiran tersebut, Yayasan Lembah Hati Mulia memandang pembangunan SMP dan SMA Islam Alfatih Boarding School bukan sekadar pembangunan sebuah lembaga pendidikan, melainkan pembangunan sebuah ekosistem pembentukan manusia unggul yang dipersiapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Rencana Jangka Panjang Pembangunan SMP dan SMA Islam Alfatih Boarding School 20272045 ini disusun sebagai arah besar perjalanan institusi selama hampir dua dekade. Dokumen ini menjadi kompas bagi yayasan, pimpinan sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, mitra, alumni, dan seluruh pemangku kepentingan. Indonesia pada tahun 2045 akan memasuki satu abad kemerdekaan,” katanya, kepada InilahKuningan

Pada saat itu, bangsa Indonesia diharapkan menjadi negara maju, tangguh, mandiri, berdaulat, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Untuk mencapai cita-cita tersebut diperlukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, kemampuan memimpin, kecakapan digital, penguasaan bahasa asing, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta kecintaan kepada bangsa dan negara.

Karena itu, Alfatih Boarding School akan mengembangkan model pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter, agama, kepemimpinan, teknologi, kewirausahaan, kebangsaan, dan wawasan global. Kata “Islam” dalam nama Alfatih menjadi sumber nilai dan inspirasi bagi pengembangan akhlak, kejujuran, amanah, kasih sayang, keadilan, disiplin, tanggung jawab, dan kemanfaatan bagi sesama.

“Namun, Alfatih juga berkomitmen menjadi sekolah yang terbuka dan inklusif. Peserta didik non-Muslim mendapatkan hak pendidikan yang setara, ruang pembinaan sesuai agama dan keyakinannya, serta lingkungan belajar yang aman, bermartabat, dan saling menghormati,” katanya lagi

DR H Agus Suparman ingin Alfatih menunjukkan bahwa pendidikan yang bernafaskan Islam dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan, kemajemukan, toleransi, ilmu pengetahuan, modernitas, dan pergaulan global.

“Saya percaya bahwa pendidikan terbaik bukanlah pendidikan yang hanya menghasilkan siswa dengan nilai tinggi, tetapi pendidikan yang menghasilkan manusia yang baik, tangguh, cerdas, mandiri, berintegritas, mampu bekerja sama, mampu memimpin, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengalaman jejaring dan pembelajaran yang saya peroleh sebagai alumni Lemhannas RI akan saya arahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, kepemimpinan, ketahanan nasional, dan jejaring strategis Alfatih Boarding School,” ungkap DR H Agus Suparman

Ia juga ingin agar Alfatih bukan hanya menjadi sekolah yang baik di Kuningan, tetapi secara bertahap menjadi sekolah rujukan yang diperhitungkan di Jawa Barat, Indonesia, dan pada akhirnya memiliki reputasi internasional.

“Tanah seluas kurang lebih dua hektare di Desa Cikareo, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, harus kita jadikan kampus pendidikan yang hidup: tempat belajar, tempat menempa karakter, tempat mengembangkan kepemimpinan, tempat menemukan bakat, tempat membangun persahabatan lintas perbedaan, dan tempat menyiapkan generasi masa depan,” tandas Direktur Utama PT Divaintan Putripratama ini

Maka, Ia mengajak seluruh keluarga besar Yayasan Lembah Hati Mulia untuk menjadikan pembangunan Alfatih Boarding School sebagai gerakan bersama. “Kita tidak sedang membangun sekolah untuk lima atau sepuluh tahun. Kita sedang meletakkan fondasi institusi pendidikan yang diharapkan dapat melahirkan generasi Indonesia Emas,” pungkasnya./tat azhari

HUR RI 81