INILAHKUNINGAN– Menjaga keandalan listrik di kawasan perkotaan membutuhkan lebih dari sekadar respons cepat ketika terjadi gangguan. PLN UP3 Cirebon melalui ULP Cirebon Kota mengambil langkah lebih awal dengan melakukan assessment kabel tanah sekaligus pemeliharaan kubikel pada sistem jaringan tegangan menengah 20 kV di GI Sunyaragi, Penyulang PSD segmen SJHK–PGNC.

Dua pekerjaan tersebut menjadi bagian dari strategi pemeliharaan terintegrasi untuk memastikan kondisi jaringan dari sisi penghantar bawah tanah hingga peralatan distribusi tetap berada dalam performa optimal. Melalui pendekatan ini, PLN berupaya membaca “kesehatan” jaringan secara lebih menyeluruh dan menemukan potensi anomali sebelum berkembang menjadi gangguan yang dapat dirasakan pelanggan.

Assessment kabel tanah dilakukan untuk mengevaluasi kondisi jaringan yang secara fisik tidak dapat diamati langsung dari permukaan. Pemeriksaan menjadi penting karena kabel bawah tanah bekerja dalam lingkungan dan karakteristik yang berbeda dengan jaringan udara, sehingga diperlukan metode assessment untuk memperoleh gambaran kondisi aktual aset dan menentukan tindakan pemeliharaan yang tepat.

Pada saat yang sama, PLN melakukan pemeliharaan kubikel sebagai salah satu peralatan penting dalam sistem distribusi 20 kV. Kubikel memiliki peran dalam pengoperasian, pengamanan, dan pengaturan penyaluran tenaga listrik. Memastikan peralatan tersebut berada dalam kondisi prima menjadi bagian penting dalam membangun sistem distribusi yang aman dan tangguh.

Kombinasi kedua pekerjaan tersebut membuat pemeliharaan tidak hanya menyentuh satu titik. PLN melakukan evaluasi terhadap jalur penyaluran energi sekaligus memastikan perangkat yang mengendalikan dan mengamankan jaringan dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat sistem kelistrikan Kota Cirebon menopang aktivitas masyarakat yang sangat dinamis. Permukiman, pusat perdagangan dan jasa, perkantoran, fasilitas kesehatan, pendidikan, pelayanan pemerintahan hingga berbagai kegiatan ekonomi membutuhkan kontinuitas pasokan listrik untuk dapat beroperasi dengan optimal.

Bagi masyarakat, manfaat pekerjaan ini terletak pada pencegahan. Potensi penurunan kondisi kabel maupun peralatan yang ditemukan lebih dini dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Dengan jaringan yang semakin sehat, risiko gangguan dapat ditekan, kontinuitas pasokan semakin terjaga, dan masyarakat memperoleh kualitas layanan listrik yang lebih baik.

Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, mengatakan bahwa pengelolaan sistem kelistrikan saat ini semakin diarahkan pada kemampuan mengenali kondisi aset sebelum terjadi kegagalan.

“Kami ingin mengetahui kondisi jaringan sebelum jaringan tersebut memberi tanda melalui gangguan. Assessment kabel tanah dan pemeliharaan kubikel menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Dengan mengetahui kondisi aset lebih dini, kami dapat menentukan tindakan yang tepat sehingga potensi gangguan dapat dicegah dan keandalan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ujar Muhammad Ardian.

Menurutnya, pemeliharaan terintegrasi juga menjadi penting karena setiap komponen dalam sistem distribusi memiliki keterkaitan satu sama lain.

“Keandalan tidak dibangun oleh satu peralatan saja. Kabel, kubikel, sistem proteksi, hingga konstruksi jaringan harus sama-sama berada dalam kondisi yang baik. Karena itu, kami terus mendorong pemeriksaan dan pemeliharaan secara menyeluruh agar sistem 20 kV semakin sehat dan tangguh,” tambah Muhammad Ardian.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa perubahan pola pemeliharaan dari reaktif menuju preventif merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan PLN.

“Tantangan pengelolaan sistem kelistrikan perkotaan semakin kompleks, sehingga kita tidak cukup hanya cepat ketika menangani gangguan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana potensi gangguan dapat ditemukan sebelum pelanggan merasakan dampaknya. Assessment dan pemeliharaan berbasis kondisi aset menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Muhammad Joharifin.

Ia menambahkan, keandalan listrik memiliki hubungan langsung dengan produktivitas masyarakat dan pertumbuhan suatu wilayah.

“Ketika jaringan semakin sehat, yang kita jaga bukan hanya aliran listrik. Kita ikut menjaga kegiatan usaha tetap produktif, fasilitas publik tetap memberikan pelayanan, proses pendidikan tetap berjalan, dan aktivitas masyarakat tetap bergerak. Karena itu, setiap pekerjaan preventif yang dilakukan PLN pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan,” tambah Muhammad Joharifin.

PLN UP3 Cirebon akan terus memperkuat pola pengelolaan aset berbasis inspeksi, assessment, pemeliharaan preventif, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan di seluruh wilayah kerjanya. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi PLN dalam membangun sistem distribusi yang semakin andal dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi masyarakat.

Melalui assessment kabel tanah dan pemeliharaan kubikel di GI Sunyaragi Penyulang PSD segmen SJHK–PGNC, PLN menegaskan satu prinsip dalam menjaga keandalan: jangan menunggu gangguan untuk mengetahui kondisi jaringan—temukan potensinya lebih awal, tangani dengan tepat, dan jaga listrik masyarakat tetap andal./tat azhari