INILAHKUNINGAN- Diam-diam menembus pasar global hingga akan kembali mengikuti ajang World of Coffee 2026 di Bangkok pada 7–9 Mei 2026, setelah sebelumnya tampil pada ajang serupa di Jakarta, sebenarnya seberapa besar produksi hingga cita rasa Kopi Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr Wahyu Hidayah menyebut, bahwa pengembangan kopi Kuningan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir, dengan fokus pada kualitas dan kesiapan pasar.

“Penguatan kualitas, tata kelola, dan kapasitas petani menjadi kunci agar peluang pasar global benar-benar bisa dimanfaatkan,” papar Dr Wahyu Hidayah, Selasa (21/4/2026), kepada InilahKuningan

Menurut Dr Wahyu, data produksi Kopi Kuningan menunjukkan tren positif. Pada 2025, produksi kopi robusta mencapai 1.173,39 ton, meningkat dari 726,03 ton pada 2024. Sementara kopi arabika relatif stabil dengan produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare.

Meski demikian, tantangan masih berada pada sektor hilir, terutama dalam standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen yang menjadi penentu daya saing di pasar global.

Desa Karangsari dinilai dia, berpotensi menjadi model pengembangan kopi berbasis kualitas di Kabupaten Kuningan sekaligus lokomotif kebangkitan kopi daerah.

Dengan langkah ini, Kuningan menegaskan diri bukan sekadar daerah penghasil, tetapi pemain baru dalam peta kopi berkualitas dunia./tat