INILAHKUNINGAN- Empat kursi kosong Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, segera diisi, menyusul Uji Kompetensi Teknis 67 pejabat Eselon III sebagai peserta, di Kampus SMPN 1 Kuningan, Selasa (21/4/2026). Ujian awal, adalah Penulisan Makalah dan Wawancara.

4 jabatan eselon II kosong yang direbutkan, adalah Jabatan Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kuningan.

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menyebut, saat ini ada 4 JPT kosong. Dalam waktu dekat, juga akan terjadi penambahan kekosongan jabatan akibat memasuki masa pensiun. Sehingga kebutuhan pengisian jabatan strategis akan terus berlanjut. Bupati memperkirakan hingga beberapa tahun ke depan akan terdapat puluhan posisi eselon II harus diisi

Bupati menekankan, proses seleksi dilakukan secara objektif dan tanpa intervensi. Ia meminta Sekretaris Daerah Kuningan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Proses ini harus transparan, tidak ada pengkondisian. Saya sendiri belum mengetahui hasil penilaian, baik dari manajemen talenta maupun dari uji kompetensi teknis. Semua murni berdasarkan hasil objektif,” tandas bupati

Lebih lanjut, Bupati Dian mengungkapkan,  peserta yang mengikuti tahapan saat ini merupakan hasil seleksi administratif yang ketat. Sehingga telah melalui proses penyaringan awal secara alami.

Dalam arahannya, Bupati juga menekankan pentingnya menghadirkan pejabat yang tidak sekadar mempertahankan posisi, melainkan memiliki kinerja tinggi, berani berinovasi, serta mampu menghadirkan terobosan baru.

Bupati berharap para pejabat yang terpilih nantinya mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, seperti penanganan kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga pembangunan infrastruktur.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang berani mengambil risiko, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik, bukan sekadar menjaga status quo,” ujar dia./tat