INILAHKUNINGAN– Desa Sanggaknherang, Jalaksana, Kabupaten Kuningan, menjadi tuan rumah Peresmian Nasional dan Exit Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA). Gagasan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI ini, digulir untuk membangun masyarakat  tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui penguatan kapasitas warga dan relawan.

Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, H Yusron Kholid menyebut, bahwa KATANA telah berlangsung sejak 28 Juli 2026, atau selama hampir 10 hari. Selama pelatihan, masyarakat mendapatkan edukasi dan sosialisasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, penyusunan jalur evakuasi dan titik kumpul, hingga simulasi penanganan bencana.

“Kami berharap Kampung Tanggap Bencana tidak berhenti sebagai program semata, tetapi terus berlanjut menjadi budaya masyarakat. Relawan harus menjadi motor penggerak kesiapsiagaan sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan,” harap H Yusron Kholid.

Kepala Desa Sangkanerang, Ahmad Suteja mengaku, semangat gotong royong masyarakatnya terus tumbuh melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk pengelolaan dana umat dan operasional mobil siaga desa yang aktif melayani warga. “Semoga Program KATANA membawa kebermanfaatan dan keberkahan bagi masyarakat Desa Sangkanerang,” harap dia

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr H Anang Jauharuddin, menegaskan bahwa KATANA merupakan program BAZNAS yang berjalan seiring dengan Program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAP). Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat.

Ia menyatakan BAZNAS Jawa Barat siap memberikan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan daerah, baik dalam bentuk sarana maupun program kemanusiaan lainnya.

“Jawa Barat memiliki alam yang sangat indah, tetapi di balik keindahan itu tersimpan ancaman bencana yang besar. Karena itu kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyambut baik hadirnya Program Kampung Tanggap Bencana di Desa Sangkanerang. Menurutnya, ketangguhan sebuah desa tidak hanya diukur dari kelengkapan peralatan, melainkan dari kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kita berprinsip bahwa korban bencana dapat dikurangi apabila masyarakat memiliki kesadaran, kekompakan, serta kolaborasi yang baik. Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui kesiapsiagaan,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, Kabupaten Kuningan memiliki potensi berbagai jenis bencana, mulai dari tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga banjir yang mulai muncul di wilayah timur saat musim hujan.

Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga November-Desember, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama BPBD, TNI, Polri, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Perhutani, serta berbagai perangkat daerah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kekeringan dan kebakaran hutan./tat azhari

HUR RI 81