Oknum Siswa SMPN 1 Garawangi TP Disebut Otak Rencana Tawuran, Ini Penjelasan Kepala Sekolah
INILAHKUNINGAN– Selain 2 Oknum SMAN 1 Garawangi, Kabupaten Kuningan, diamankan polisi, 1 Oknum Siswa SMPN 1 Garawangi, TP, ternyata ikut diamankan. Bahkan, TP disebut sebagai otak rencana aksi tawuran dengan siswa SMPN 2 Garawangi, hingga sebelum kejadian, mereka ditangkap Satreskrim Polres Kuningan, di Jalan Pesawahan Desa Padarek-Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya.
Kepala SMPN 1 Garawangi, Hj Engkom Komara, tidak memungkiri penangkapan 1 oknum siuswanya, TP oleh polisi karena hendak tawuran. Tapi ia mempertanyakan informasi yang menyebut TP adalah otak perencana merencanakan atau menginisiasi tawuran.
“Kalau disebut siswa kami sebagai anak yang pertama merencanakan tawuran, rasanya saya kurang yakin,” ujar Hj Engkom Komara, Rabu (23/9/2026), kepada InilahKuningan
Menurut Engkom, persoalan tersebut pada dasarnya telah ditangani. TP telah menjalani pembinaan di Polres Kuningan dan orang tuanya juga telah dipanggil untuk diberikan pemahaman terkait persoalan yang terjadi.
Pihak sekolah, kata dia, juga telah mengambil langkah pembinaan. TP diberikan teguran serta diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya maupun terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan.
“Sudah ditegur dan diberikan pembinaan. Tidak ada skorsing untuk siswa tersebut,” tegasnya.
Engkom secara khusus menanggapi informasi yang menyebut rencana tawuran bermula dari siswa SMPN 1 Garawangi.
Ia mengaku tidak memperoleh keyakinan bahwa TP merupakan pihak yang merencanakan aksi tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, TP justru disebut berada dalam posisi ikut-ikutan setelah mendapat ajakan.
“Asa ga yakin kalau anak SMP yang merencanakan. Siswa saya hanya diajak dan ikut-ikutan saja. Tapi nanti saya coba tanyakan lagi ke anaknya cerita yang sebenarnya bagaimana, ” ungkapnya
Meski demikian, pihak sekolah tidak menutup mata terhadap keterlibatan siswanya dalam peristiwa tersebut. Engkom menegaskan, pembinaan tetap diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sekolah sekaligus upaya mencegah kejadian serupa terulang.
Menurutnya, sejak awal sekolah terus mengingatkan para siswa mengenai dampak buruk tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Bahkan, dalam kegiatan Gerbang Berkah pada Jumat sebelumnya, pesan serupa kembali disampaikan kepada para siswa.
“Saya selalu menekankan kepada siswa agar tidak mengulangi atau melakukan hal-hal yang menimbulkan masalah, baik tawuran maupun kenakalan remaja lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang mampu membentengi siswa dari pengaruh pergaulan yang berpotensi membawa mereka ke persoalan hukum.
Karena itu, meskipun kejadian berlangsung di luar lingkungan dan jam sekolah, SMPN 1 Garawangi tetap mengambil langkah pembinaan terhadap TP.
Namun, terkait tudingan bahwa siswanya merupakan penggagas awal aksi tawuran, pihak sekolah memilih untuk tidak serta-merta membenarkan informasi tersebut.
“Kami sudah melakukan pembinaan dan memberikan surat pernyataan agar tidak mengulanginya lagi,” pungkas Engkom./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.