Sembako Murah Ramadhan Dirahmati Diserbu Ludes Warga Desa Seda
INILAHKUNINGAN– Istilah Dirahmati kembali muncul, dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadhan, tapi bukan sebutan terkenal Dirahmati, dalam Pilkada Kuningan Tahun 2024, sebagai singkatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Tuti Andriani.
Adapun GPM Dirahmati adalah singkatan Diskon Ramadhan Hemat Tahan Inflasi. Sebutan Dirahmati yang sudah melekat dihati masyaraka itupun menjadi salah satu semangat warga Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, untuk berbondong menyerbu GPM Spesial Ramadhan. Yang harga komoditasnya, tentu murah, dibawah pasar.
Beras medium dijual Rp12.000/kg dari harga pasar Rp14.900/kg. Gula pasir Rp15.000/kg dari Rp18.000/kg. Minyak goreng Rp15.500/liter dari Rp15.700/liter. Telur Ayam Rp29.000/kg dari Rp36.000/kg.
Kemudian Daging Sapi Rp120.000/kg dari Rp135.000/kg. Daging ayam Rp36.000/kg dari Rp42.000/kg. Bawang merah Rp38.000/kg dari Rp45.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg dari Rp40.000/kg, serta aneka cabai dengan selisih harga antara Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi GPM Desa Seda. Akibatnya, sebagian besar komoditas terjual habis dalam waktu relatif singkat. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus respons positif masyarakat terhadap langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Selain memastikan transaksi berjalan tertib, suasana kegiatan juga diwarnai interaksi hangat antara jajaran pemerintah dan warga. Usai membuka resmi GPM Spesial ramadhan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Dr Wahyu Hidayah berbaur langsung dengan masyarakat serta membagikan sembako kepada warga yang mampu menjawab pertanyaan spontan, sebagai bentuk pendekatan humanis dalam pelayanan publik.
Dr Wahyu menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Dian dan Wakil Bupati Tuti. Yaitu Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh). Stabilitas pangan menjadi fondasi penting dalam membangun daerah maju secara ekonomi, memberdayakan petani dan pelaku usaha lokal, menjaga keberlanjutan rantai pasok, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Ketika harga terkendali dan distribusi berjalan adil, maka ekonomi daerah bergerak lebih sehat. Inilah wujud Kuningan MELESAT di sektor pangan—membangun ketahanan bukan hanya secara fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Melalui GPM Spesial Ramadan DIRAHMATI, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan memastikan dapur masyarakat tetap berasap, daya beli terpelihara, dan stabilitas ekonomi daerah terjaga secara berkelanjutan sepanjang bulan suci./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.