INILAHKUNINGAN- SMA Telkom Sekar Kemuning Kotamadya Cirebon, mendapat kepercayaan besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai sekolah swasta mitra untuk menampung siswa limpasan dari program Sekolah Maung, atau Sekolah Manusia Unggul.

Penunjukan resmi SMA dibawah naungan Yayasan Miftahul Ulum dengan Pembina Otong Iip SE MM ini, setelah melalui proses verifikasi oleh Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Jawa Barat.

Dari hasil penilaian, SMA Telkom Sekar Kemuning dinilai memenuhi standar kualitas akademik, sarana prasarana, serta kesiapan manajemen pembelajaran yang dibutuhkan untuk menjadi sekolah penyangga. Yaitu Sekolah Maung.

Sekolah Maung sendiri, adalah sekolah SMA unggulan yg di gagas Guybernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM). Setiap kabupaten/kota ditunjuk 1 Sekolah SMA Negri dan 1 Sekolah SMA swasta.

Di Kota Cirebon, sekolah negerinya ditunjuk SMAN 2 Cirebon, adapun sekolah swastanya SMA Telkom Sekar Kemuning Cirebon

“Dari penetapan tersebut, sistem pendaftaran terpusat akan mengarahkan akun calon peserta didik yang tidak lolos di sekolah tujuan utama ke SMA Telkom Sekar Kemuning sebagai salah satu opsi lanjutan,” terang Pembina Yayasan Miftahul Ulum, Otong Iip SE, MM, Sabtu (30/5/2026), kepada InilahKuningan

Skema ini diharapkan Otong Iip, mampu menjadi jalan keluar bagi siswa berprestasi agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas hanya karena keterbatasan kuota di sekolah negeri.

Terpisah, Kepala SMA Telkom Sekar Kemuning Cirebon, Maya Widiawati SPd, membenarkan bahwa pihak sekolah telah menerima informasi terkait rencana bantuan tersebut.

Menurutnya, subsidi dari Pemprov Jabar akan diberikan khusus untuk siswa yang masuk melalui skema Sekolah Swasta Kerja Sama dalam program Sekolah Maung.

“Memang informasinya akan ada bantuan dari pemerintah provinsi. Informasi terakhir yang kami terima untuk SSK Sekolah Maung ini. Bentuknya subsidi biaya sekolah seperti SPP,” ujar Maya.

Kebijakan ini dipandang sebagai langkah penting untuk memberikan rasa aman kepada orang tua. Dengan adanya subsidi, siswa yang dialihkan ke sekolah swasta tidak lagi harus terkendala biaya yang jauh lebih tinggi dibanding sekolah negeri.

Program Pemprov Jabar Janjikan Subsidi SPP bagi Siswa Limpasan Sekolah Maung pun menjadi kabar baik, terutama bagi keluarga yang khawatir anaknya gagal masuk sekolah negeri karena sistem kuota.

Siapkan 5 Kelas Khusus, Maksimal 100 Siswa

SMA Telkom Sekar Kemuning mengaku sudah siap secara penuh untuk menerima siswa limpasan dari program tersebut.

Pihak sekolah telah menyiapkan lima ruang kelas khusus dengan total kapasitas maksimal 100 siswa. Menariknya, setiap kelas hanya akan diisi maksimal 20 siswa.

Kebijakan kelas kecil ini berbeda dengan sekolah pada umumnya yang memiliki jumlah siswa lebih banyak dalam satu rombongan belajar.

Pihak sekolah menilai, pembatasan jumlah siswa dalam kelas akan membuat proses pembelajaran lebih efektif, pengawasan karakter lebih optimal, serta interaksi guru dengan peserta didik menjadi lebih intensif.

Dengan konsep ini, sekolah berharap siswa yang masuk melalui jalur penyangga tetap mendapatkan kualitas pembelajaran yang maksimal.

Fasilitas Kelas Digital Jadi Andalan

Selain kapasitas yang disiapkan, SMA Telkom Sekar Kemuning juga mengandalkan fasilitas pembelajaran berbasis digital.

Setiap ruang kelas dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), Smart TV, serta perangkat tablet yang digunakan siswa dalam proses belajar.

Sistem pembelajaran pun tidak lagi sepenuhnya berbasis kertas. Pengumpulan tugas harian dilakukan melalui platform digital yang terintegrasi dalam Student Digital Portfolio (SDP).

Melalui sistem ini, dokumen akademik siswa tersimpan secara terpusat dalam server sekolah sehingga memudahkan monitoring perkembangan belajar.

Sekolah menilai konsep digital learning tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menuntut siswa lebih adaptif terhadap teknologi.

Kurikulum Diselaraskan dengan SMAN 2 Cirebon

Sebagai sekolah penyangga, SMA Telkom Sekar Kemuning juga akan melakukan sinkronisasi kualitas kurikulum dan program pembelajaran dengan SMAN 2 Cirebon sebagai sekolah pembina.

Salah satu penguatan yang disiapkan adalah program wajib Four Skills English yang fokus pada kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis.

Program ini sekaligus menjadi fondasi apabila nantinya ada arahan untuk penyesuaian materi berbasis Kurikulum Cambridge.

Sinkronisasi tersebut penting agar siswa yang masuk melalui jalur limpasan tetap memperoleh pengalaman belajar yang setara dengan sekolah negeri unggulan.

Didukung Guru Bersertifikasi dan Prestasi Akademik Tinggi

Kualitas tenaga pendidik juga menjadi salah satu alasan SMA Telkom Sekar Kemuning dipilih sebagai sekolah mitra.

Dari total 17 guru tetap yang mengajar, sekitar 80 persen telah memiliki sertifikasi profesional.

Capaian asesmen nasional sekolah untuk indikator literasi dan numerasi juga disebut mencapai angka maksimal, menunjukkan performa akademik yang kompetitif.

Tak hanya itu, data internal sekolah menunjukkan seluruh lulusan tahun sebelumnya berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebanyak 60 persen siswa yang masuk kategori eligible berhasil diterima di kampus ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, hingga Politeknik Negeri Bandung.

Catatan ini menjadi indikator bahwa sekolah swasta juga mampu menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi.

Siap Tambah Guru Jika Siswa Membludak

Pihak yayasan juga membuka kemungkinan merekrut tenaga pengajar tambahan jika jumlah siswa limpasan dari Sekolah Maung meningkat signifikan.

Penambahan guru akan disesuaikan dengan jumlah kelas yang terisi setelah hasil final dari sistem pelimpahan data diumumkan.

Seleksi tenaga pengajar baru, jika diperlukan, akan dilakukan dengan standar ketat untuk menjaga kualitas pembelajaran.

Saat ini, pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis resmi terkait mekanisme pelimpahan data siswa dari sistem Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Momentum Kesetaraan Sekolah Negeri dan Swasta

Program Sekolah Maung dengan dukungan sekolah swasta penyangga dinilai menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa sekolah swasta juga bisa menjadi pilihan berkualitas.

Pemprov Jabar melalui kebijakan subsidi SPP bagi siswa limpasan Sekolah Maung tidak hanya memberikan solusi atas persoalan keterbatasan kuota negeri, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sekolah negeri dan swasta.

Pihak sekolah pun melihat kebijakan ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“Pemerintah bukan hanya memberikan kesempatan kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta untuk sama-sama bertumbuh. Di sisi lain, ini juga memacu kami untuk semakin baik dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak di Jawa Barat,” kata Maya.

Dengan kesiapan sarana, kualitas guru, dukungan digitalisasi, hingga jaminan subsidi biaya pendidikan, SMA Telkom Sekar Kemuning kini bersiap menjadi penyangga penting dalam program Sekolah Maung di Kota Cirebon.

Bagi orang tua dan siswa, kebijakan ini bisa menjadi harapan baru: gagal masuk sekolah negeri bukan lagi akhir, karena akses pendidikan berkualitas tetap terbuka dengan dukungan pemerintah./tat azhari

 

Idul Fitri 1447 H