DMI Kuningan: “Syukuri Kemerdekaan RI, Makmurkan Masjid”
KETUA PD DMI Kuningan menyampaikan seruan secara khusus kepada para pengurus DKM dan seluruh Badan Otonom DMI (BKMM-DMI, Korps Mubalighah-DMI, Ikatan Khatib-DMI dan MRA-DMI), untuk membersamai umat Islam dalam
Momentum 81 tahun Dirgahayu Kemerdekaan RI
agar menyambutnya dengan semangat Bersyukur melalui pemakmuran masjid & menghindari kegiatan mubadzir yang tidak bermanfaat.
Sejalan dengan sejarahnya, terdapat hubungan kuat,
Kemerdekaan RI dengan masjid, sebagai bagian penting pesan dari pejuang Kemerdekaan RI.
Secara khusus Masjid Istiqlal yang kini sebagai masjid nasional di Jakarta
Masjid Istiqlal ini didirikan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia.
Gagasan pembangunan Masjid Istiqlal dicetuskan oleh tokoh-tokoh Islam seperti K.H. Wahid Hasyim dan Moh. Hatta, lalu didukung penuh oleh Presiden Soekarno.
Kata Istiqlal berarti kemerdekaan. Masjid ini dibangun sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan, simbol persatuan bangsa, dan bukti nyata nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia
Makna dan Sejarah Pendirian
Masjid dan Kemerdekaan
Pertama,
Adalah Wujud Syukur.
Pembangunan masjid nasional ini diinisiasi untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah.
Kedua,
Simbol Negara.
Berdiri di ibu kota negara, yang merepresentasikan kebesaran umat Islam sekaligus persatuan bangsa Indonesia.
Ketiga,
Momentum Mengisi Semangat Kemerdekaan.
Peletakan Batu Pertama dan Pemancangan tiang pertam oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan tahun-tahun awal kemerdekaan.
Ke-empat,
Simbol Toleransi: Letaknya yang berdampingan dengan Gereja Katedral mencerminkan dasar negara Pancasila dan kebebasan beragama di Indonesia.
Ke-lima,
Simbol Kemerdekaan dalam Arsitektur.
Arsitek masjid, Friedrich Silaban, memasukkan lambang kemerdekaan RI pada struktur bangunan
1.Diameter Kubah Utama, berukuran 45 meter, melambangkan tahun kemerdekaan 1945.
2.Puncak Bulan Bintang, dengan tinggi ornamen mencapai 17 meter, merujuk pada tanggal kemerdekaan 17 Agustus.
3.Jumlah Tiang Penopang: Ditopang 12 tiang raksasa, menyimbolkan tanggal 12 Rabiul Awwal (kelahiran Nabi Muhamad SAW.) sekaligus jumlah bulan dalam setahun
Syukuran Kemerdekaan yang Hakiki
1.Menurut KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym),
Kemerdekaan yang hakiki adalah tercapainya kebebasan hati dari perbudakan selain kepada Allah (Laa Ilaaha Illallah).
Dalam mengisi kemerdekaan, memakmurkan masjid berarti menjadikan rumah Allah ini sebagai pusat tauhid, tempat meluruskan niat, serta basis pembinaan akhlak dan kepedulian sosial agar bangsa ini mendapat ridha Allah SWT.
2.Pandangan Ustadz Abdul Somad (UAS)
Nikmat kemerdekaan Indonesia harus disyukuri dengan peningkatan keimanan, ketaqwaan, serta amal ibadah nyata, bukan diisi dengan kegiatan hura-hura, pesta pora, atau kemaksiatan yang tidak bermanfaat bagi bangsa dan agama.
3.Seruan Ketua PD DMI Kuningan
Pengembangan Kegiatan di Masjid.
1.Gerakan BBM (Bersih-Bersih Masjid)
2.Gerakan Shalat Berjamaah
3 Kegiatan Tilawah AlnQur’an, dzikir, doa bersama dan Muhasabah
4.Ceramah tentang Ke-Islam-an dan Ke-indonesia-an
5 Kegiatan Sosial
Bazar Murah, Santunan yatim piatu dan dhuafa.
6.Makan bersama jamaah masjid warga sekitar
Hindari Tasyakuran yang Keliru
1.Kegiatan mubadzir, seperti; Aksi petasan, kembang api
2.Perlombaan yang tidak sejalan dengan akhlak mulia: perlombaan yang bernuansa porno, kaum laki-laki berbaju daster, hiburan nyanyian dan joget yang porno aksi.
3.Main bola bagi kaum wanita
4.Hiburan sampai melebihi pukul 22.00, yang potensial tidak menunaikan Shalat Subuh dan mengganggu kesehatan.**



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.