INILAHKUNINGAN- Di tengah efisiensi anggaran pusat, provinsi hingga daerah, DPRD Kabupaten Kuningan justru menyembunyikan anggaran perjalanan dinas, yang nilainya fantastis Rp4.642.690.000, dalam APBD Kuningan.

Keberadaan anggaran tersebut, dibongkar Ketua LSM Frontal Kuningan Uha Juhana. “Dalam penjabaran APBD Kuningan tahun 2026, terdapat Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri sebesar Rp. 4.642.690.000 untuk DPRD Kuningan yang pengalokasiannya dibagi dua. Yaitu untuk Belanja Perjalanan Dinas Biasa senilai Rp. 3.294.550.000 dan Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota sejumlah Rp. 1.348.140.000,” ungkap Uha Juhana, Kamis (02/4/2026), kepada InilahKuningan

Sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, angagran perjalanan dinas DPRD Kuningan ini tentu harus dikurangi, bahkan dihapuskan bila perlu. Zaman sudah canggih dan berubah total.

Saat ini koordinasi atau rapat yang dilakukan oleh DPRD Kuningan bisa dilakukan lewat media teknologi. Seperti melalui teleconference atau zoom meeting bahkan WA dan telepon. Sehingga kalau mereka mau melakukan koordinasi atau mempertanyakan sesuatu hal kepada pemerintah provinsi atau pusat itu bisa dilakukan melalui cara yang murah dan efisien.

Tidak perlu lagi tiap minggu sampai dua kali melakukan kunjungan kerja rombongan ke luar daerah dengan alasan studi banding yang menghina akal sehat. Apalagi tidak pernah ada hasil yang didapat. Ini tentu mencederai rasa keadilan di masyarakat Kabupaten Kuningan.

“Ingat, masih banyak warga Kuningan kesulitan untuk sekedar bertahan hidup atau mencari makan, tapi DPRD Kuningan malah foya-foya menghabiskan anggaran sampai Rp400 juta per bulan hanya untuk kegiatan jalan-jalan yang dikamuflase sebagai tambahan penghasilan bagi mereka,” sindirnya

Kalau benar sikap politik mereka pro rakyat seperti yang disampaikan pada saat kampanye, maka anggaran perjalanan dinas DPRD Kuningan dipastikan dihapus oleh BPKAD Kuningan./tat azhari