Ritual “Ngencar” Desa Maleber Kuningan Meriah, Jalanan Padat Merayap
INILAHKUNINGAN– Hajat Desa Khitanan Massal (HDKM) Pemerintah Desa bersama Paguyuban Perantau Imam Jaya Desa Maleber, Kabupaten Kuningan, membuat jalanan desa padat merayap. Ribuan warga tumpah ruah.
Yang lebih menarik, adalah ritual “Ngencar”, di mana para peserta khitan yang mengenakan busana adat khas daerah diarak keliling desa menggunakan delman hias, sambil diiring musik hingga berbagai seni budaya desa. Turut menyaksikan, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Sohibul Imam.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menilai Desa Maleber sebagai contoh desa yang konsisten menjaga tradisi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
“Dari ratusan desa di Kabupaten Kuningan, Maleber mampu mempertahankan tradisi gotong royong. Kebersamaan ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Bupati Dian, kepada InilahKuningan
Ia mengapresiasi peran aktif berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga para perantau yang tetap peduli terhadap kampung halaman. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci keberhasilan kegiatan sosial seperti khitanan massal.
“Kalau kita kompak, saling membantu, insyaallah pembangunan akan lebih mudah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati secara resmi membuka rangkaian Hajat Desa Khitanan Massal dan pawai desa tahun 2026, ditandai dengan penabuhan gendang yang disambut antusias warga.
Anggota DPR RI, Shohibul Imam, turut mengapresiasi kekompakan masyarakat Maleber. Ia menyebut tidak semua desa mampu menggelar kegiatan besar yang melibatkan banyak pihak sekaligus memberi manfaat langsung bagi warga.
“Ini menunjukkan Maleber adalah desa yang sejahtera dan penuh kebersamaan. Kolaborasi antara pemerintah desa dan perantau menjadi kekuatan utama,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Ujang Kosasih, menilai kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi energi positif bagi pembangunan desa.
Baginya, tradisi seperti HDKM bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial yang menjadi fondasi kemajuan desa.
Lebih dari sekadar perayaan pasca-Idulfitri, Hajat Desa Khitanan Massal di Maleber menjadi ruang silaturahmi, ungkapan rasa syukur, sekaligus bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.