Prodi S1 Fisioterapi UM Kuningan Pengabdian Masyarakat di SLB B YPALB Perwari
INILAHKUNINGAN- Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Farmasi, Kesehatan dan Sains (FFKS) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui sharing session bertajuk “Penguatan Kesehatan dan Fungsi Gerak melalui Terapi Latihan Sederhana bagi Guru SLB dalam Mendukung Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)”. di SLB B YPALB Perwari Kuningan.
Kepala SLB B YPALB Perwari Yudis Nursofa menyampaikan harapan agar Program Studi Fisioterapi UM Kuningan dapat menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan pihak sekolah. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi positif dalam mendukung pelayanan, pendidikan, serta peningkatan kualitas hidup Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Dekan Fakultas Farmasi, Kesehatan dan Sains UM Kuningan apt. Imas Maesaroh, M.Farm menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa.
Materi pertama disampaikan oleh dr Irfan Fadillah, M.M.R.S., AIFO. Ia memberikan edukasi mengenai kesehatan umum pada ABK. Materi meliputi pentingnya deteksi dini gangguan kesehatan, pengenalan tanda dan gejala gangguan kesehatan pada ABK, serta penanganan awal yang dapat dilakukan apabila ABK mengalami masalah kesehatan.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Adijanto, SST.Ft., Ftr. Ia memaparkan peran fisioterapi dalam melatih fungsi gerak dan keterampilan fungsional ABK. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa guru SLB tidak berperan sebagai pemberi terapi, melainkan sebagai fasilitator yang mentransfer keterampilan fungsional yang telah diajarkan oleh fisioterapis kepada ABK. Keterampilan tersebut kemudian perlu diulang dan dilanjutkan oleh orang tua di rumah agar hasil intervensi dapat optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman dan sinergi antara tenaga pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang serta kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus secara holistik./red


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.