Perkuat Kepemimpinan Perempuan, BRI Borong 3 Penghargaan di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
INILAHKUNINGAN- Surakarta- Daftar figur perempuan inspiratif yang dirilis dalam Majalah Infobank edisi April 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap peran perempuan di berbagai sektor, mulai dari sektor keuangan, BUMN, hingga publik.
Sebagai bagian dari apresiasi tersebut, Infobank Media Group memberikan penghargaan kepada para perempuan inspiratif dalam Malam Apresiasi Infobank 500 Most Outstanding Women 2026 yang mengusung tema “Women, Art & Society: The Creative Power of Indonesian Women” di Wisma Batari, Surakarta, 17 April 2026.
Dalam ajang tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraih sejumlah penghargaan yang diberikan kepada jajaran manajemen sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan perempuan di industri perbankan nasional. Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu dianugerahi penghargaan The Future Women Leader 2026, sementara Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti masing-masing meraih penghargaan The Most Outstanding Women in Banking Industry.
Penghargaan ini mencerminkan kualitas kepemimpinan perempuan di lingkungan BRI yang terus diperkuat melalui budaya kerja yang inklusif dan berorientasi pada kinerja, sekaligus menegaskan komitmen Perseroan dalam mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi, khususnya di sektor UMKM yang menjadi fondasi ekonomi kerakyatan.
Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi refleksi atas komitmen BRI dalam memperkuat kepemimpinan perempuan, sekaligus mendorong peran perempuan sebagai penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Penghargaan ini mencerminkan bagaimana kepemimpinan perempuan di BRI terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam penguatan organisasi. BRI menghadirkan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran strategis, baik di dalam organisasi maupun dalam pemberdayaan sektor UMKM. Melalui peran tersebut, perempuan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ungkap Ety.
Saat ini, BRI tercatat memiliki 36 ribu pekerja perempuan atau setara 43% dari total 86 ribu pekerja. Komposisi tersebut menjadikan BRI sebagai lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif bagi perempuan untuk berkembang dan mengembangkan potensi terbaiknya.
Tidak hanya dari sisi jumlah, peran perempuan di BRI juga semakin terlihat dalam posisi kepemimpinan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 25,63% pekerja perempuan BRI telah menempati posisi manajerial, mulai dari manajer junior hingga manajemen tingkat atas.
Penghargaan yang diterima oleh jajaran manajemen BRI ini merupakan representasi nyata dari semangat Kartini modern yang berani mengambil peran strategis. Dengan kompetensi yang mumpuni, para pemimpin perempuan ini terbukti mampu memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi organisasi tetapi juga bagi kemajuan peradaban yang lebih inklusif.
Mengutip publikasi resmi dari Infobank, daftar 500 Most Outstanding Women 2026 berisi para perempuan yang sukses sebagai leader di berbagai bidang. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa perempuan kini punya posisi kuat dalam pengambilan keputusan strategis. Ini sekaligus mempertegas tren meningkatnya female leadership di Indonesia.
Penilaian dalam daftar ini dilakukan secara komprehensif. Indikator yang dilihat mulai dari kinerja perusahaan, jabatan, pengalaman, hingga besar kontribusi terhadap industri. Selain itu, aspek reputasi publik dan pengakuan juga menjadi pertimbangan penting. Semua itu kemudian dipadukan dengan penilaian editorial judgement dari Dewan Redaksi Infobank.
Melalui ajang ini, Infobank ingin menegaskan bahwa gender bukan lagi penghalang untuk sukses. Perempuan Indonesia terbukti mampu memberikan peran yang besar di berbagai sektor strategis. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi dan role model bagi generasi muda untuk berani melangkah.
BRI Wujudkan Kesetaraan Gender Melalui Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan
Jakarta: Perayaan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk membuka ruang yang setara bagi perempuan hsarus terus berlanjut, termasuk di dunia kerja.
Sejumlah perusahaan pun semakin menyadari bahwa kesetaraan gender bukan hanya soal keadilan, tetapi juga berkontribusi pada kinerja organisasi yang lebih baik. Komitmen tersebut ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang terus menjaga komposisi pekerja laki-laki dan perempuan secara seimbang.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, saat ini BRI tercatat memiliki 36 ribu pekerja perempuan atau setara 43% dari total 86 ribu pekerja. Komposisi tersebut menjadikan BRI sebagai lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif bagi perempuan untuk berkembang dan mengoptimalkan potensi terbaiknya.
“Kehadiran perempuan dalam jajaran kepemimpinan dinilai memberikan perspektif yang lebih luas pada proses pengambilan keputusan organisasi. Hal ini sekaligus memperkuat upaya perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang lebih beragam dan inklusif,” ujar Hery.
Tidak hanya dari sisi jumlah, peran perempuan di BRI juga semakin terlihat dalam level jabatan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 25,63% pekerja perempuan BRI telah menempati posisi manajerial, mulai dari level manajer junior hingga manajemen tingkat atas. Untuk memperkuat kapasitas pemimpin perempuan, BRI juga menghadirkan program BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI).
Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kepemimpinan bagi perempuan di lingkungan perusahaan. Melalui BWLI, pekerja perempuan mendapatkan pengembangan keterampilan kepemimpinan secara intensif, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan employee branding agar mampu menjadi pemimpin masa depan, baik di dalam maupun di luar perusahaan.
Hery menambahkan, komitmen ini juga tercermin dari keberadaan pekerja disabilitas di perusahaan.
“Penempatan perempuan penyandang disabilitas di lingkungan kerja mencerminkan komitmen perusahaan dalam membuka akses kesempatan kerja yang adil bagi semua pihak. Dengan demikian, perempuan, termasuk penyandang disabilitas, tetap memiliki peluang yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan mencapai kemandirian ekonomi,” ujar Hery.
Semangat kesetaraan tidak hanya diwujudkan BRI di lingkungan kerja internal, tetapi juga diperluas melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui Ekosistem Ultra Mikro. Inisiatif yang digagas bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang secara ekonomi.
Hingga saat ini, holding Ultra Mikro telah menjangkau sekitar 23 juta nasabah, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui ekosistem ini, perempuan tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha, literasi keuangan, serta akses terhadap berbagai layanan keuangan terintegrasi yang mendorong mereka untuk naik kelas.
“Dengan pendekatan yang holistik tersebut, BRI berupaya memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi lebih luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Hery.
Hidupkan Semangat Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya dan Berdampak Lewat ‘Srikandi Pertiwi’
Jakarta: Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar acara bertajuk ‘Srikandi Pertiwi: Perempuan Berdaya, Memimpin, Berdampak, Menginspirasi’ yang digelar di Kantor Pusat BRI, Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan perempuan, sekaligus memperkuat peran strategis mereka dalam mendukung kemajuan organisasi, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Senior Executive Vice President (SEVP) Human Capital Strategy BRI Steven Augustino Yudiyantho, serta menghadirkan figur publik Dian Sastrowardoyo. Untuk makin memeriahkan kegiatan, sejumlah aktivasi interaktif pun turut dihadirkan, di antaranya Bloom Like Kartini, Beauty Class, dan Womenpreneur Bazaar, dengan talkshow inspiratif sebagai salah satu sesi utama yang membahas pembentukan mindset perempuan berdaya, kepemimpinan, serta upaya menembus berbagai batasan (breaking barriers).
Wakil Direktur Utama BRI menyampaikan acara ‘Srikandi Pertiwi’ diharapkan dapat memperkuat semangat perempuan untuk terus berkembang, berkontribusi, dan menjadi penggerak perubahan.
“Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, perempuan Indonesia saat ini memiliki peran yang semakin signifikan di berbagai sektor. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif, serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Viviana.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, BRI ingin mendorong perempuan untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat kepercayaan diri, serta berani mengambil peran di berbagai bidang. Melalui inisiatif ini, BRI juga menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai individu yang berdaya untuk memimpin dengan integritas, menciptakan dampak nyata, serta menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan kerja dan masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan ‘Srikandi Pertiwi’ kemudian diperkuat dengan program yang mendukung pengembangan diri dan pemberdayaan ekonomi Perempuan, di antaranya melalui BRI Beauty Class yang menggandeng brand kecantikan ternama, serta Womenpreneur Bazaar yang menghadirkan beragam produk kreatif dan inovatif dari pelaku usaha Perempuan binaan BRI. Kehadiran bazaar ini menjadi salah satu highlight kegiatan yang tidak hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga memperkuat komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Tidak hanya itu, aspek keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini. Melalui program BRI Peduli Showcase, BRI menghadirkan instalasi urban farming, serta activation wall of donation, di mana setiap pesan semangat untuk Perempuan yang dituliskan peserta akan dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp250 ribu untuk program lingkungan. Sebagai bentuk apresiasi, para partisipan juga mendapatkan bibit tanaman untuk mendorong kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.
Agar semakin memperkuat pengalaman nasabah, BRI turut menghadirkan program cashback BRImo sebesar Rp21 ribu untuk setiap transaksi minimal Rp50 ribu. Program ini diharapkan dapat mendorong adopsi layanan digital BRI sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dalam momentum peringatan Hari Kartini.
Peringati Hari Bumi, BRI Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir Lewat Penanaman Mangrove di Muara Gembong Bekasi
Bekasi: Hutan mangrove berperan penting sebagai pelindung pantai dari abrasi, penyerap karbon, habitat keanekaragaman hayati, penjaga kualitas air, pendukung perikanan, serta sumber penghidupan masyarakat pesisir. Namun demikian, keberadaan mangrove di Indonesia terus mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan praktik aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.
Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui BRI Menanam-Grow & Green berupa kegiatan penanaman 500 pohon mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini, BRI Peduli berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Hutan (KTH) Sumber Makmur dan melakukan penanaman mangrove di atas area seluas 500 m2.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapan, kegiatan penanaman pohon mangrove di Muara Gembong merupakan bentuk nyata komitmen BRI dalam menyelamatkan ekosistem pesisir yang saat ini menghadapi tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi, intrusi air laut, serta degradasi ekosistem. Penanaman mangrove dipilih karena perannya yang strategis dalam melindungi garis pantai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir.
“Momentum Hari Bumi menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pelestarian lingkungan pesisir. Harapannya dapat memberikan dampak jangka panjang, meningkatkan kualitas lingkungan dan menambah jumlah serapan dan cadangan karbon,” ungkap Dhanny.
Dalam pelaksanaan Program BRI Menanam-Grow & Green, BRI berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat, harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian,’’ imbuhnya.
Sejak dijalankan pada 2023, BRI Menanam-Grow & Green telah menanam sebanyak 75.000 pohon mangrove dengan potensi serapan carbon sebesar 29.56 ton/tahun. Program ini dilakukan secara bertahap mulai dari penyusunan rancangan program, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendataan kondisi perkembangan pohon serta pengukuran potensi cadangan dan serapan karbon.
Selain kegiatan penanaman mangrove, BRI Peduli juga melaksanakan kegiatan pelepasan ikan dan kepiting sebagai upaya menjaga kestabilan rantai makanan di ekosistem pesisir serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.
Di wilayah ini juga, BRI Peduli sebelumnya telah menyalurkan bantuan pembangunan sarana prasarana pendukung kegiatan kelompok nelayan dan warga. Bantuan tersebut antara lain, pembangunan jembatan, ruang serbaguna, musala, toilet, tenant pancing tenant kuliner bagi pelaku UMKM, greenhouse/ hatchery dan perahu eduwisata.
Pada kesempatan terpisah, Endang selaku Pengurus KTH Sumber Makmur mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya sumber daya alam yang semakin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Adanya kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam–Grow & Green menjadi salah satu harapan untuk menyelamatkan wilayah tersebut dari kerusakan akibat abrasi.
“Semoga sinergi dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di Ekowisata Mangrove Muara Gembong. Semoga di masa mendatang, program ini dapat menjangkau lebih banyak warga dan memberikan dampak positif yang semakin luas bagi kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat kami,” ungkapnya.
Secara Umum BRI melalui program BRI-Menanam Grow & Green telah menanam 153.100 bibit tertanam dan terpelihara, 5.448 fragmen karang, 3.000 tegakan lamun direstorasi dengan melibatkan 31 kelompok masyarakat./tat



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.