INILAHKUNINGAN– Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (23/9/2026), dihebohkan kedatangan Ketua Koalisi Rakyat Kuningan Anti Penindasan), Dadang Abdullah. Sambil membawa pengeras suara, aktivis berpostur jangkung ini koar-koar menuding perilaku amoral banyak Anggota DPRD Kuningan aktif dengan berbuat selingkuh.

Ia pun menegaskan rencana aksi unjuk rasanya ke Gedung DPRD Kuningan menyoroti dugaan perilaku amoral sejumlah anggota DPRD tersebut. Menurutnya, persoalan moral pejabat publik tidak bisa dianggap sepele, karena Anggota DPRD dinilai memiliki tanggung jawab memberikan contoh baik kepada masyarakat.

“Teman-teman di dewan ini harus memberikan contoh baik kepada masyarakat,” tandas Dadang Abdullah

Ia juga mengaitkan persoalan amoral oknum Anggota DPRD Kuningan dengan potensi penyalahgunaan kewenangan dan pengelolaan anggaran. Dadang Abdullah khawatir, anggaran yang semestinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Sayang, Ia tidak menunjukan bukti penyalahgunaan anggaran tersebut. “Jangan-jangan anggarannya ada, pejabatnya bermain-main, anggota DPRD, eksekutif bermain-main,” ucapnya nada menuding

Dadang Abdullah kemudian menyebut beberapa Anggota DPRD Kuningan aktif yang diduga kuat olehnya terseret persoalan amoral. Nama-nama dari partai politik berbeda tersebut, ialah berinisial R, T, R dan C. Ia mengklaim telah memiliki bukti, bahwa 4 Anggota DPRD tersebut, telah berbuat amoral.

“Malah, saya sampaikan bahwa hampir 80 persen anggota dewan seperti itu (amoral,red), punten ya, saya memiliki informasi datanya ada, semua melakukan itu,” ucap Dadang Abdullah, penuh percaya diri

Dadang Abdullah menegaskan, bahwa informasi tersebut tidak hanya berdasarkan dugaan, tetapi terdapat data dan bukti yang menurutnya akan disampaikan secara bertahap.

Maka, Ia berharap DPRD Kuningan dapat memberikan ruang untuk menyampaikan informasi dan bukti yang diklaim telah dimilikinya.

Ditanya kapan pelaksanaan aksi sendiri, Ia mengaku masih akan koordinasi internal sebelum menentukan kembali hari dan tanggal aksi. Dadang mengatakan surat lanjutan akan disampaikan kepada DPRD Kuningan setelah jadwal ditetapkan./tat azhari