INILAHKUNINGAN– Mushola Ar Rahmat Pendopo Kabupaten Kuningan, terus dimakmurkan. Selain rutin dimanfaatkan untuk beribadah wqqajib hingga sunnah, Mushola artistik bantuan Hamba Allah tersebut, kerap digunakan untuk kajian keagamaan. Terbaru, ada Dialog Cinta Masjid, hajat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kuningan.

Dialog Cinta Masjid diawali shalat Subuh berjamaah. Kemudian dilanjutkan dialog keagamaan yang mempererat ukhuwah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ketua DMI Kabupaten Kuningan, Dr H Ugin Lugina, MPd, menyebutkan beberapa program DMI untuk memakmurkan masjid. Diantaranya Gerakan BBM atau Bersih-Bersih Masjid dan Program SSB atau Salat Subuh Berjamaah.

Menurutnya, Gerakan BBM bertujuan memastikan ribuan masjid dan musala di Kabupaten Kuningan tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh jemaah. “Program tersebut melibatkan masyarakat, pengurus DKM, serta relawan dari berbagai organisasi,” ujar Dr Ugin Lugina, Selasa (17/3/2026), kepada InilahKuningan

Sementara itu, Program SSB didorong sebagai indikator kemakmuran masjid. Masjid yang makmur, kata dia, tidak hanya terlihat dari bangunannya, tetapi dari ramainya jemaah yang memulai aktivitas ibadah sejak waktu Subuh.

“Masjid dan mushola yang hidup adalah yang diisi jemaahnya sejak Subuh. Dari sanalah keberkahan dan kekuatan umat dibangun,” ujarnya.

Ugin juga menyebutkan, berdasarkan data statistik rumah ibadah, Kabupaten Kuningan memiliki sekitar 4.888 masjid dan musala yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Salah satunya adalah Mushola Ar-Rahmat yang disebut sebagai “masjid bungsu”, namun telah aktif berkontribusi dalam syiar Islam.

“Nabi memberi tahu kita, jika engkau melihat taman surga di muka bumi, maka mampirlah. Dan taman surga itu adalah masjid,” ucapnya.

Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, menyetaakan, bahwa dialog ini menjadi waktu tepat untuk menghidupkan kembali peran masjid dan mushola sebagai ruang pembinaan spiritual dan sosial, sehingga salah satunya generasi muda atau mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual.

Dialog Cinta Masjid dihadiri perwakilan perguruan tinggi. Diantaranya Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI), Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (UNISA Kuningan)  dan Universitas Muhammadiyah. Hadir pula Sekda Kuningan Uu Kusmana, Kepala Disdikbud Dr Carlan, Asisten Daerah, Kabag Kesra, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, serta jajaran pengurus DMI Kuningan./tat azhari