Kasihan! Sudah Di PHK, Rumah Reotnya Terancam Ambruk, Nasib Warga Kertawangunan Ini Diabaikan
INILAHKUNINGAN- Nasib tragis dialami Nana Suharna, warga Desa Kertawangunan, Blok Parenca RT 02 RW 03, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan. Setelah 11 tahun bekerja sebagai petugas memandikan jenazah, Nana mengaku harus menerima kenyataan pahit karena di-PHK secara sepihak tanpa mendapatkan pesangon sepeser pun.
Kini, kondisi hidupnya semakin memprihatinkan. Satu-satunya rumah gubuk yang ia miliki dalam kondisi sangat reot dan hampir roboh. Beberapa minggu lalu, musibah kembali menimpa ketika angin kencang merobohkan bagian dapur rumahnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan itu semakin memperburuk kondisi tempat tinggalnya.
Saat ditemui, Nana mengaku selama ini tidak pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, baik bantuan yang bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun jaminan kesehatan BPJS KIS.
“Saya juga tidak pernah dapat bantuan sosial apa pun. Waktu saya tanya ke pemerintah desa, katanya pendataan itu dari pusat, bukan dari desa,” ungkap Nana nada kecewa.
Kondisi memprihatinkan yang dialami Nana menuai tanggapan dari Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap.
Menurut Manap, peristiwa tersebut sangat disayangkan karena menunjukkan kurangnya kepedulian pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan bantuan.
“Kejadian ini sangat disayangkan. Betapa pemerintah desa tidak peduli dengan nasib warganya. Begitu juga Pemda Kuningan,” kata Manap.
Menurutnya, kondisi Nana merupakan paradoks yang memprihatinkan. Di saat polemik tunjangan perumahan anggota DPRD Kuningan yang disebut mencapai sekitar Rp250 juta per tahun ramai diperbincangkan, masih ada warga yang hidup di gubuk hampir roboh tanpa bantuan apa pun.
“Rakyat yang mereka wakili justru tinggal di rumah reot menahan kerasnya hidup, tanpa tunjangan dari mana pun, bahkan jaminan hidup sebagai fakir miskin yang dijamin konstitusi pun tidak ia dapatkan,” ungkap dia./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.