Jangan Abaikan, Ini 5 Alasan Masyarakat Belum Puas Kinerja Bupati Kuningan
INILAHKUNINGAN- Jauh dibawah angka memuaskan atas hasil kinerja Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, selama 1 tahun menjabat, ternyataada penilaian rendah masyarakat Kuningan, yang tidak boleh diabaikan.
Survei Jamparing Research menyebut, ada 5 alasan masyarakat memberikan nilai rendah pada kinerja Bupati-Wakil Bupati yang diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, dan Partai NasDem ini.
Menurut Direktur Jamparing Research, Topic Offirstson, alasan utama responden memberikan nilai rendah terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati adalah perbaikan jalan yang belum merata hingga ke pelosok (48,5%), yang menjadi keluhan paling dominan.
“Ini menunjukkan bahwa infrastruktur, khususnya pemerataan pembangunan jalan, masih menjadi perhatian utama masyarakat,” ujar Tpici, dalam rilisnya, Senin (16/2/2026) kepada InilahKuningan
Selain itu, masih sulitnya lapangan kerja (19,4%) juga menjadi factor signifikan, yang mencerminkan harapan masyarakat terhadap peningkatan sektor ekonomi dan kesempatan kerja.
Keluhan lainnya meliputi layanan kesehatan yang masih dianggap ribet (13,4%), serta persepsi bahwa curanmor semakin marak (9%), yang berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban dan Lainnya (2,2%).
“Secara umum, alasan-alasan ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak menyoroti isu infrastruktur, ekonomi, pelayanan publik, dan keamanan sebagai faktor penentu dalam menilai kinerja pemerintah daerah,” katanya.

Seperti diketahui, data Survei Jampring Research diangka penilaian 1 hingga 6 menunjukan penilaian kinerja Bupati Dian Rachmat Yanuar yang rendah. Yang memberi nilai 1 ada 0,50%, nilai 2 ada 0,83%, nilai 3 ada 1,33%, nilai 4 ada 1,00%, nilai 5 ada 7,50%, dan nilai 6 ada 9,17%.
Begitu penilaian terendah untuk Wakil Bupati Tuti Andriani diangka 1 ada 1,00%, angka 2 ada 0,83%, angka 3 ada 0,83%, angka 4 ada 2,17%, angka 5 ada 10,67% dan angka 6 11,50%./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.