Dari Pemberdayaan hingga Ketangguhan Bencana, Srikandi PLN Perkuat Sinergi Kampung Sosial di Kuningan
INILAHKUNINGAN- Semangat kolaborasi untuk membangun masyarakat yang semakin mandiri dan tangguh diwujudkan melalui kegiatan Srikandi Movement dalam rangkaian Sinergi Kampung Sosial & Gema Sadulur Kuningan yang berlangsung di Desa Tugumulya, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (29/7).
Dalam kegiatan tersebut, Srikandi PLN UP3 Cirebon turut mengambil bagian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Dinas Sosial, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. PLN UID Jawa Barat dan PLN UP3 Cirebon diwakili oleh Senior Manager Keuangan PLN UID Jawa Barat, Refa Purwati, yang menyerahkan bibit pohon serta sarana dan prasarana tanggap bencana sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan lingkungan sekaligus kesiapsiagaan masyarakat.
Kehadiran PLN membawa dua pesan penting dalam gerakan tersebut. Bibit pohon menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, sementara sarana dan prasarana tanggap bencana diharapkan memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Dukungan tersebut melengkapi berbagai program pemberdayaan sosial yang dilaksanakan secara kolaboratif di Desa Tugumulya.
Kegiatan Sinergi Kampung Sosial & Gema Sadulur Kuningan turut dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Tatiek Ratna Mustika.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menghadirkan berbagai intervensi sosial yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh. Program yang diperkenalkan antara lain pelatihan UMKM, dukungan bibit ikan dan padi, bantuan kebutuhan dasar, seragam, hingga dukungan ternak kambing sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan pentingnya pendekatan Kampung Sosial sebagai strategi meningkatkan kualitas pelayanan sosial. Program tersebut tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pendampingan dan penguatan modal sosial, termasuk pemberdayaan perempuan mandiri yang menjadi tulang punggung keluarga melalui bantuan produktif dan peningkatan keterampilan.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyoroti pentingnya percepatan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk penanganan sekitar 3.000 rumah tidak layak huni. Berbagai program yang dihimpun dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pengungkit dalam menekan persoalan sosial dan kemiskinan melalui intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Desa Tugumulya, kolaborasi tersebut memberikan manfaat dari berbagai sisi sekaligus. Program pemberdayaan ekonomi membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, bantuan produktif dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian, sementara dukungan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana membantu menciptakan desa yang lebih aman dan tangguh. Pendekatan tersebut membuat masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi didorong menjadi pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Manager PLN UP3 Cirebon, Muhammad Ardian, menyampaikan bahwa keterlibatan Srikandi PLN merupakan bagian dari semangat perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan kepedulian yang memiliki dampak berkelanjutan. Bibit pohon yang diserahkan membawa semangat menjaga lingkungan, sementara sarana dan prasarana tanggap bencana diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Ketika hal tersebut dipadukan dengan program pemberdayaan ekonomi dan sosial dari pemerintah daerah, manfaat yang dihasilkan akan menjadi lebih lengkap dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Ardian.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci karena tantangan sosial, lingkungan, dan kebencanaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Sinergi Kampung Sosial menunjukkan bahwa ketika pemerintah, BUMN, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam tujuan yang sama, kita dapat membangun masyarakat yang tidak hanya menerima bantuan, tetapi semakin berdaya, mandiri, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan,” tambah Muhammad Ardian.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengapresiasi peran Srikandi PLN dalam membangun kolaborasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Srikandi PLN kami dorong untuk terus menjadi motor perubahan yang mampu menghadirkan manfaat di tengah masyarakat. Kolaborasi di Desa Tugumulya ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan, kesiapsiagaan bencana, dan pemberdayaan sosial dapat berjalan beriringan. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menumbuhkan kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Joharifin.
Melalui Srikandi Movement, PLN UP3 Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Bagi PLN, energi untuk membangun negeri tidak berhenti pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian yang menumbuhkan kemandirian, menjaga lingkungan, serta membangun masyarakat yang semakin berdaya, tangguh, dan siap menghadapi masa depan./Adv



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.