Bedah Ruang Digital, 6 Mahasiswa Presiden University Exsplor Desa Wisata Cibuntu Kuningan
INILAHKUNINGAN- Pesona Wisata Desa Cibuntu, Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, dilirik Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Presiden University, dalam Proyek Sosial bertajuk “Empowering High School Students Actors Of Public Diplomacy: Social Project In Cibuntu Village Kuningan Regency & Buzzer In Politics On Social Media”.
Dibawah bimbingan Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Presiden Farid, SS, MPA, 6 mahasiswa-mahasiswi terlibat, ialah;
* Clara Salsabila
* Naira Farica Liya
* Rendi Saefulloh Yusuf
* Thomas William Pangutama
* Valenia Iswandari Putri
* Zanaya Mauranisa
Mereka tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam memproduksi konten digital, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya diplomasi publik dan literasi digital di era media sosial.
Tampil dalam Seminar “Empowering High School Students as Actors of Public Diplomacy” dari Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati. Ia menyampaikan sambutan hangat melalui video singkat, dilanjut pemaparan materi oleh Diplomat Ahli Pertama di Direktorat Diplomasi Publik, Arbaletta Kalinda.
Topik ini memperkenalkan kepada siswa bagaimana cara untuk berperan sebagai non-state actors yang mampu mempromosikan budaya dan potensi Indonesia kepada masyarakat Internasional melalui berbagai hal termasuk konten kreatif.
Narasumber kedua, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Presiden, sekaligus Juri dan Mentor dalam sesi lomba pembuatan content video, Hari Suryanto, SSn, MSn, menjelaskan tata cara pengambilan video dalam berbagai bentuk dengan cara yang strategis guna memperkenalkan Indonesia melalui konten digital.
Sementara Seminar “Buzzer in Politics on Social Media” menampilkan 2 narasumber. Yaitu Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Presiden Sigit Andhi Rahman SIP, MA, PhD dan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Presiden Mohammad Raudy Gathmyr, SSos, MSi. Sesi ini memberikan pemahaman mengenai dampak buzzer politik, penyebaran disinformasi, serta pentingnya berpikir kritis dalam menyaring informasi di ruang digital.
Sebagai implementasi dari materi yang telah diberikan, peserta menghasilkan video promosi Desa Wisata Cibuntu yang memperkenalkan kekayaan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat lokal kepada audiens global.
Kompetisi tersebut, berhasil dimenangkan oleh Kelompok 3 melalui karya berjudul Experience Life Like a Local”, yang dinilai mampu menampilkan pengalaman autentik kehidupan masyarakat Desa Cibuntu sekaligus merepresentasikan nilai people-to-people diplomacy dalam memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.
Karya tersebut dipublikasikan melalui media sosial Instagram dan Tiktok dengan tagar #GenZConnects #WonderfulVillage #IndonesiaToTheWorld.
Melalui kolaborasi antara edukasi mengenai diplomasi publik, literasi digital, dan praktik pembuatan konten, kegiatan ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di era digital.
Dengan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, mereka tidak hanya mampu mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia ke tingkat internasional, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang lebih kritis, informatif, dan berdampak positif bagi masyarakat global./tat azhari




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.