INILAHKUNINGAN- Meraih posisi tertinggi pertumbuhan ekonomi di Kawasan Metropolitan Rebana, atau Cirebon, Patimban, Kertajati, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, mengalahkan 6 kabupaten/kota lain, menjadi bukti bahwa Kabupaten Kuningan memiliki peran kuat dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di Wilayah Timur Jawa Barat.

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan arah pembangunan daerahnya tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. “Kenapa? Karena Kuningan memiliki peran strategis sebagai wilayah konservasi dan penopang hijau di kawasan Rebana,” tandas Bupati Dian, Rabu (11/3/2026), kepada InilahKuningan

Selain mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Rebana, Kuningan juga menunjukkan peningkatan daya saing daerah. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), kinerja daya saing Kabupaten Kuningan kembali menunjukkan tren positif.

Setelah pada IDSD 2024 meraih skor 3,82 dan menempati peringkat ke-14 nasional dari 416 kabupaten di Indonesia, pada rilis terbaru IDSD 2025 skor Kuningan meningkat menjadi 3,88.

Data BRIN tersebut juga menempatkan Kabupaten Kuningan di peringkat ke-4 tertinggi di antara kabupaten se-Provinsi Jawa Barat, berada tepat di bawah Kabupaten Sumedang (4,04), Kabupaten Bandung (3,93), dan Kabupaten Bogor (3,91).

Bupati Dian menyebut capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan daerah berjalan ke arah yang semakin kompetitif sekaligus berkelanjutan.

“Capaian IDSD ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah sekaligus memberikan sinyal positif bagi investor untuk melihat Kuningan sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” katanya.

Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang kuat, peningkatan daya saing daerah, serta komitmen menjaga kawasan konservasi menjadikan Kuningan memiliki posisi strategis dalam peta pembangunan kawasan Rebana.

Melalui capaian tersebut, Kuningan tidak hanya memimpin pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana pada 2025, tetapi juga memperkuat perannya sebagai daerah yang mendorong pembangunan ekonomi secara berkelanjutan di wilayah timur Jawa Barat./tat azhari

Idul Fitri 1447 H