Top! BUMDes Arya Kamuning Jadi Laboratorium Wisata Desa, Rujukan Studi Antarwilayah
KUNINGAN – BUMDes Arya Kamuning di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, berkembang menjadi rujukan pengelolaan wisata desa berbasis ekonomi lokal. Model bisnis yang dibangun secara bertahap dan berorientasi keberlanjutan itu menarik perhatian BUMDes Munjul Berkah, Desa Astanajapura, Kabupaten Cirebon, yang datang untuk mempelajari langsung strategi pembukaan dan pengelolaan usaha wisata desa, Minggu, (25/01).
Kunjungan tersebut menandai pergeseran orientasi BUMDes dari unit usaha desa konvensional menjadi instrumen penggerak ekonomi berbasis pariwisata. Arya Kamuning diposisikan sebagai benchmark karena mampu mengintegrasikan potensi alam, tata kelola destinasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem usaha.
Direktur BUMDes Arya Kamuning, Iim Ibrahim, mengatakan pengembangan wisata desa di Kaduela dilakukan melalui proses panjang dan berbasis pembelajaran.
“Kami memulai dari potensi yang sangat sederhana. Kuncinya ada pada konsistensi pengelolaan, keterlibatan warga, dan keberanian berinovasi,” kata Iim.
Menurutnya, pengelolaan wisata desa tidak cukup bertumpu pada keindahan alam. Aspek manajemen destinasi, pengaturan pengunjung, strategi pemasaran, serta kesinambungan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan.
“Wisata desa harus memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga. Kalau hanya ramai pengunjung tapi tidak berdampak pada kesejahteraan, itu tidak akan bertahan,” ujarnya.
Rombongan BUMDes Munjul Berkah Astanajapura diajak meninjau langsung operasional unit-unit usaha wisata, mulai dari Telaga Biru Cicerem hingga kawasan Sideland. Mereka juga mempelajari strategi promosi digital, pengembangan produk wisata, serta pola kemitraan dengan pelaku UMKM lokal.
Ketua Pengawas BUMDes Munjul Berkah Astanajapura menilai pendekatan Arya Kamuning relevan untuk direplikasi. Menurutnya, praktik yang diterapkan di Desa Kaduela menunjukkan pentingnya perencanaan bisnis dan tata kelola profesional dalam membangun wisata desa yang berkelanjutan.
Transformasi pariwisata Desa Kaduela bermula dari Telaga Biru Cicerem, yang sebelumnya kurang diminati. Penataan kawasan dan perbaikan manajemen menjadikan lokasi tersebut sebagai destinasi unggulan. Perubahan itu memicu efek berganda ekonomi desa, ditandai dengan tumbuhnya usaha kuliner, jasa wisata, serta meningkatnya penyerapan tenaga kerja lokal.
Pengembangan berlanjut pada 2022 melalui kawasan Sideland, area persawahan dengan lanskap kaki Gunung Ciremai yang dikembangkan menjadi wisata kolam renang dan family outbound. Pada 2024, kawasan tersebut diperluas dengan Kampung Sideland sebagai area camping ground.
Diversifikasi produk wisata dilakukan pada 2025 dengan menghadirkan wahana jeep adventure dan ATV yang memanfaatkan kontur alam sekitar. Langkah ini memperkuat daya saing destinasi sekaligus memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.
Inovasi juga menyasar sektor ekonomi kreatif. BUMDes menyediakan gerai khusus untuk produk UMKM Desa Kaduela di area masuk Telaga Biru Cicerem. Produk warga dengan kemasan layak pasar difasilitasi untuk dipasarkan tanpa biaya.
“Kami ingin wisata menjadi etalase ekonomi desa, bukan hanya tempat rekreasi,” ujar Iim.
Dampak ekonomi dari pengelolaan wisata tersebut terlihat pada meningkatnya keterlibatan warga desa di sektor pariwisata dan turunannya. BUMDes Arya Kamuning juga menyalurkan sebagian keuntungan usaha untuk program sosial serta mendukung pendapatan desa.
Atas kontribusinya dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, Iim Ibrahim meraih penghargaan Person of the Year Radar Cirebon 2024. Sejumlah penghargaan nasional yang diraih BUMDes Arya Kamuning memperkuat posisinya sebagai contoh pengelolaan wisata desa yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang menekankan tata kelola, inovasi, dan dampak ekonomi, Arya Kamuning berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar bagi desa-desa lain yang ingin menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi lokal. (Bubud Sihabudin)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.