INILAHKUNINGAN– Magelang- Di tengah kesibukannya sebagai Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan menyempatkan diri melakukan video call dengan seorang anak muda asal Kabupaten Kuningan, Ghany Aqeel Khairy, sesaat setelah mengikuti Upacara Penutupan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Diksarmil) dan Penetapan Kadet Mahasiswa S-1 Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Cohort 7 Tahun 2026 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (29/8/2026).
Bagi Rokhmat, momen tersebut bukan sekadar untuk menyampaikan ucapan selamat.

Di balik sambungan video call itu, terselip pesan dan harapan agar seorang anak muda Kuningan yang kini resmi menjadi Kadet Unhan RI Fakultas Farmasi Militer tersebut mampu menjalani setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh tanggung jawab.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Tetap disiplin dan jalani setiap proses pendidikan dengan sebaik-baiknya,” pesan Rokhmat Ardiyan kepada Ghany

Pesan tersebut, disampaikan Politisi Nasional Partai Gerindra itu, setelah Ghany bersama ratusan kadet lainnya menuntaskan salah satu tahapan penting dalam perjalanan mereka.

Upacara penutupan Diksarmil Kadet Mahasiswa S-1 Unhan RI Cohort 7 Tahun 2026 dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo yang mewakili Menteri Pertahanan RI di Stadion Sapta Marga Akmil Magelang.

Dalam amanat Menteri Pertahanan yang dibacakan Sekjen Kemhan, ditegaskan pentingnya pembentukan sumber daya manusia pertahanan yang berkualitas di tengah perubahan lingkungan strategis yang berlangsung cepat dan dinamis.

Namun, bagi Ghany, setelah upacara berakhir, ada pesan lain yang datang dari sosok yang selama ini memberikan perhatian terhadap perjalanan anak muda Kuningan

Rokhmat Ardiyan yang merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra daerah pemilihan X Jawa Barat itu mengingatkan Ghany bahwa menjadi kadet bukan sekadar kebanggaan karena mengenakan seragam atau berhasil diterima di Universitas Pertahanan.

Ada tanggung jawab yang lebih besar di balik kesempatan tersebut.

Sebagai anak daerah, Ghany diminta untuk membawa nama baik keluarga sekaligus menjaga nama Kabupaten Kuningan.

“Sebagai kadet asal Kuningan, harus bisa berbakti kepada keluarga, bangsa dan negara. Buat bangga Kabupaten Kuningan,” pesan Rokhmat.

Pesan tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang cukup dalam bagi seorang anak muda yang sedang memulai perjalanan panjangnya.

Rokhmat Ardiyan ingin agar kesempatan yang telah diperoleh Ghany tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Pendidikan yang dijalani harus menjadi bekal untuk kelak memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Video call tersebut berlangsung ketika Ghany didampingi kedua orang tuanya.

Di hadapan orang tuanya, Ghany menyampaikan rasa terima kasih kepada Rokhmat Ardiyan yang di tengah kesibukannya sebagai Anggota DPR RI masih menyempatkan waktu untuk menghubunginya setelah pelaksanaan Tupdiksarmil.

Bagi Ghany, perhatian tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Ia pun menyampaikan komitmennya untuk menjalani pendidikan selanjutnya dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan dan berusaha memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Ghany juga berjanji akan menjaga setiap sikap dan tindakannya agar tidak mencoreng nama baik keluarga, daerah maupun bangsa dan negara.

Lulusan SMAN 1 Mandirancan tersebut menyadari bahwa di balik seragam yang dikenakannya kini, ada nama besar keluarga dan Kabupaten Kuningan yang ikut dibawanya.

Karena itu, Ghany berharap komunikasi dengan Rokhmat Ardiyan tidak berhenti pada video call tersebut.

Ia berharap Rokhmat Ardiyan dapat terus memberikan bimbingan, nasihat dan petuah yang dapat menjadi bekal dalam menjalani perjalanan pendidikan dan kehidupannya sebagai seorang kadet.
Perhatian Rokhmat Ardiyan kepada Ghany menunjukkan satu hal sederhana: keberhasilan seorang anak muda daerah layak mendapatkan perhatian dan dukungan.

Bagi Rokhmat Ardiyan, generasi muda dari daerah harus memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, disiplin dan memiliki semangat pengabdian.

Ghany menjadi salah satu contoh bahwa anak daerah memiliki kesempatan untuk bersaing dan menggapai pendidikan di lingkungan yang membentuk calon-calon pemimpin masa depan.

Karena itu, nasihat yang disampaikan Rokhmat ARdiyan tidak berhenti pada soal akademik.

Ia juga mengingatkan pentingnya karakter dan tanggung jawab.

Belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, menjaga nama baik dan tidak melupakan daerah asal.

Pesan tersebut menjadi penting karena perjalanan Ghany masih panjang.
Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Ghany bersama para kadet Cohort 7 dari berbagai daerah di Indonesia direncanakan diberangkatkan menuju Universitas Pertahanan untuk memulai perkuliahan.
Setelah ditempa melalui Pendidikan Dasar Kemiliteran di Akmil Magelang, Ghany akan menghadapi tantangan berikutnya sebagai mahasiswa sekaligus kadet Universitas Pertahanan.

Dan di tengah perjalanan tersebut, ia membawa doa kedua orang tuanya, harapan masyarakat Kuningan, serta pesan yang disampaikan Rokhmat Ardiyan melalui sebuah layar telepon.
Belajar sungguh-sungguh. Tetap disiplin. Berbakti kepada keluarga, bangsa dan negara. Dan buat bangga Kabupaten Kuningan.

Sebuah video call yang berlangsung singkat, tetapi menyimpan pesan panjang tentang harapan kepada generasi muda./tat azhari

HUR RI 81