INILAHKUNINGAN– Kabupaten Kuningan tercatat mencapai kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting, atau penyakit gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, dengan capaian intervensu kesehatan mencapai 100%.

Kabar baik tersebut, disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr Maria Endang Sumiwi MPH, saat pemaparan publikasi data intervensi kesehatan pencegahan stunting Triwulan II Tahun 2026 di Kantor Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Jakarta, Sabtu (8/8/2026)

Dalam pemaparan tersebut, Kabupaten Kuningan dinilai mampu melaksanakan seluruh intervensi kesehatan pencegahan stunting secara optimal hingga mencapai 100 persen. Capaian tersebut menempatkan Kuningan sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam percepatan penurunan stunting berdasarkan data yang dipaparkan Kemenkes RI.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kuningan, Tuti Andriani, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga konsistensi capaian tersebut melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Kami memastikan setiap program tepat sasaran serta terus memperkuat sinergi antar-sektor demi masa depan gizi generasi Kuningan yang lebih sehat dan berkualitas,” ucap Wakil Bupati Kuningan ini, nada tegas

Menurut Tuti, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto turut memberikan kontribusi positif terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kuningan. Berdasarkan paparan Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, Kabupaten Kuningan menempati peringkat pertama dalam penurunan stunting.

“Saya berharap seluruh tim MBG selalu menjaga kualitas makanan yang disajikan, sehingga di Kabupaten Kuningan tidak ada lagi anak stunting. Saya juga mengapresiasi seluruh tim atas capaian sebagai peringkat pertama penurunan stunting. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan,” kata Tuti.

Keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk terus memperkuat program intervensi gizi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan upaya pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi Kuningan yang sehat, cerdas, dan berkualitas./tat azhari