Terasa Makan Di Jepang, Arunika Dipadati Pelancong Luar Kuningan
INILAHKUNINGAN– Restoran hits, rasa tengah makan di Gunung Fuji, Jepang, Arunika Eatry, di Kawasan Wisata Palutungan, Desa Cisantana, Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diserbu pelancong, terutama pemudik, dalam Liburan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kabut tebal menyelimut, begitu menanjak masuk Kawasan Wisata Palutungan, persis di kaki Gunung Ciremai. Di lokasi, mobil dan sepeda motor, tampak sudah antre mengular di area parkir seluas hektaran itu. Tujuan mereka satu, ingin makan di Arunika Eatry, sebuah resto bersuasana Jepang. Apalagi Arunika, selain instagramable, juga paling hits di Jawa Barat.
Mobil antre umumnya berplat luar Kuningan dan Cirebon. Sementara antrean sepeda motor didominasi pelat E, daerah Kuningan, Cirebon, dan Majalengka.
Arunika Eatery milik Pengusaha Sukses Kuningan, sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H Rokhmat Ardiyan tersebut, dibuka pada Tahun 2022 di lahan seluas 8 hektare. Selain Arunika Eatry, juga ada Joglo Arunika dengan arsitektur bangunan, ornamen hingga penampilan para pelayan, semua ala Jepang.
Berada persis di muka Gunung Ciremai, membuat kawasan Arunika kerap disebut sebagai serpihan surga. Pemandangan alam, selain super sejuk, juga indah sekali.
Apalagi jika kabut menyingsing, para pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat lekuk puncak gunung tertinggi di Jawa Barat itu.
Di Arunika, meski mengantre, layanan makanan cukup cepat. Dua petugas di meja resepsionis akan memberikan nomor antrean yang akan berbunyi ketika meja kosong telah tersedia. Kartu itu ditukar dengan menu makanan.
Para pelayan restoran menyajikan pesanan tanpa menunggu semua siap. Mereka hilir-mudik membawa nampan berisi penuh makanan untuk diantar ke meja-meja makan, yang lokasi dan bentuknya variatif.
Para pelayan juga terlatih menunjukkan gesture ramah meski pesanan dan pengunjung membeludak atau ada pesanan makanan yang keliru.
Menu makanan beraneka. Minuman dingin atau panas, makanan tradisional Nusantara hingga makanan Jepang dengan modifikasi rasa lokal. Harganya juga tidak menggigit, bersahabat dompet. Rasanya juga khas, pasti candu.
Yang membuat lebih betah, pucuk Ciremai, kabut, dan suhu 24 derajat Celsius betul-betul jadi teman nyaman makan atau minum kopi di ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut ini./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.