INILAHKUNINGAN– Kabupaten Kuningan kembali mencatatkan sejarah. Sebanyak 5 Perguruan Tinggi (PT) di Kota Kuda ini, bersatu, untuk membantu Pemerintah Kabupaten Kuningan menangani berbagai masalah prioritas desa, melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratit Mahasiswa Tahun 2026.

Kamis (16/7/2026), Peserta KKN Kolaboratif 2026, dilepas istimewa Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah adalah kunci inovasi guna menjawab berbagai persoalan di masyarakat. Terutama masyarakat desa,” tandas Bupati Dian, sapaan akrabnya, disela arahan

Disela Pelepasan KKN Kolaboratif, diperkenalkan berbagai inovasi hasil riset mahasiswa KKN. Salah satunya dari Universitas Kuningan (Uniku). Bupati Dian menyempatkan melihat langsung sejumlah karya, mulai dari paving block berbahan sampah plastik hingga teknologi yang mampu mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif untuk genset.

Menurut Bupati Dian, inovasi seperti itu merupakan contoh nyata bagaimana riset perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat apabila diterapkan secara luas.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya penelitian yang selesai di kampus, tetapi inovasi yang bisa diterapkan. Kalau teknologinya sederhana, mudah dijalankan, dan memberi manfaat, tentu layak dikembangkan di desa-desa,” ujar Bupati Dian, nada senang

Ia menilai persoalan sampah plastik membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti paving block maupun bahan bakar alternatif menjadi peluang yang perlu terus dikembangkan bersama.

Bupati Dian juga berharap mahasiswa peserta KKN menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan sekaligus solusi bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian mahasiswa akan lebih bermakna apabila mampu melahirkan dampak nyata di desa.

KKN Kolaboratif Tahun 2026 merupakan kali pertama ada di Kabupaten Kuningan dengan melibatkan enam perguruan tinggi. Yaitu Universitas Kuningan, Universitas Al-Ihya Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Bhakti Husada Kuningan, Politeknik Kesehatan KMC, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan.

Selama pelaksanaan KKN di Kecamatan Garawangi, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program prioritas. Diantaranya penanganan stunting, pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM berbasis digital, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Bupati Dian berharap sinergi enam perguruan tinggi tersebut menjadi awal lahirnya berbagai inovasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sehingga hasil penelitian kampus benar-benar menjadi bagian dari percepatan pembangunan daerah./tat azhari