INILAHKUNINGAN– Lobi-lobi jitu Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, terus menunjukan hasil positif, di tengah keterbatasan APBD Kuningan Tahun 2026, dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kota Kuda ini.

Dalam Job Fair Kuningan Tahun 2026, di Gelanggang Olahraga (GOR) Ewangga Kuningan, Kamis (16/7/2026), Bupati Kuningan mengungkap rencana masuknya Investor baru berskala kakap, ke Kabupaten Kuningan.

Bupati Dian menegaskan, setelah penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kuningan, yang sempat mandek selama 15 tahun, Ia  menyebut ada sebuah perusahaan asal Korea Selatan berencana membangun pabrik dengan nilai investasi Rp1,3 triliun. Investasi tersebut, diproyeksikan akan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Selain melalui investasi, Ia juga menyebut berbagai upaya lain, dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kuningan. Seperti Job Fair 2026, sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerag dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Terutama generasi muda yang tengah mencari pekerjaan.

Apalagi, Ia menyebut, sebanyak 40 perusahaan dari Kuningan, Brebes, Cirebon, Majalengka hingga Jabodetabek ambil bagian dengan menyediakan sekitar 5.000 lowongan kerja bagi para pencari kerja.

“Hari ini pemerintah daerah hadir di tengah-tengah masyarakat. Kita ingin memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan dunia usaha,” ucap Bupati Dian, diamini Wakil Bupati Tuti Andriani, SEkda U Kusmana dan Kepala Disnakertrans Dr H Toto Toharudin, kepada InilahKuningan 

Diakui, angka pengangguran terbuka di Kuningan, sebelumnya sempat menjadi salah satu tertinggi di Jawa Barat. Atas berbagai upayanya bersama Disnakertrans Kuningan, angka tersebut terus mengalami penurunan. Artinya, kerja-kerja pemerintah daerah telah menunjukan hasil.

“Alhamdulillah kita sudah berada di jalur benar. Lapangan pekerjaan mulai terbuka dan berbagai program terus kita dorong agar angka pengangguran semakin turun,” tandas Bupati Dian

Bupati Dian bahkan menargetkan penyelenggaraan Job Fair dapat dilakukan lebih dari sekali dalam setahun agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki./tat azhari