INILAHKUNINGAN- Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyesalkan tindakan dugaan persekusi Aktivis Lingkungan, yang juga Pendiri LSM AKAR Kuningan, Federic Amallo , oleh sejumlah massa, dalam Polemik penyadapan getah pinus yang diduga ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan.

“Sebagai Bupati, saya tegaskan bahwa persekusi tidak boleh terulang, apapun bentuk tindakan intimidasi, saling meremehkan, atau saling mengadu tidak boleh. Kita sedang mengurai persoalan ini,” tandas Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, nada tegas, kepada InilahKuningan

Menurut dia, persoalan penyadapan pinus bukan masalah baru, justru telah berjalan lama. Maka, Ia sudah melangkah menemui Menteri Kehutanan RI guna mempertanyakan kejelasan persoalan tersebut, termasuk tindak lanjut solusinya.

“Kenapa saya ke Menteri? Karena wilayah itu masuk kawasan TNGC, yang kewenangannya ada di pemerintah pusat. Waktu itu Pak Menteri langsung memanggil para Dirjen dan menginstruksikan agar segera ditindaklanjuti,” kata dia

Tapi hingga saat ini, belum ada keputusan atau pedoman yang jelas dari Kementrian. Bahkan, beberapa kali mengundang Balai TNGC juga belum ada kejelasan.

Ia mengingatkan, bahwa Kabupaten Kuningan memiliki orientasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Terutama Gunung Ciremai sebagai jantung penghidupan masyarakat Jawa Barat, terutama masyarakat Kuningan.

Kebijakan tersebut, harus menjadi prioritas. Maka persoalannya jangan berlarut, khawatir terjadi konflik. “Mereka semua warga saya, tapi saya ingin ada ketegasan,” ujar Bupati Dian.

la mengaku telah kembali menyurati Kementerian pada akhir Desember 2025 untuk meminta kejelasan terkait aspek legalitas. Kedatangan penasihat utama Menteri ke Kuningan, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari surat tersebut.

Dian menambahkan pertemuan dengan penasihat utama Menteri sebenarnya bersifat terbatas bersama dinas terkait. Namun, situasi di lapangan berkembang hingga terjadi keributan.

Sebagai langkah lanjutan, ia telah memanggil kembali pihak TNGC, bertemu dengan LSM AKAR, dan berencana mengundang kelompok tani hutan untuk mencari solusi bersama.

“Saya ingin semuanya tetap kondusif. Kepala boleh panas, hati tetap dingin,” tandasnya/tat azhari 

Idul Fitri 1447 H