Ngeri! Pelajar MTs Di Kuningan Aniaya Siswa SDN Hingga Terbakar, Diduga Disiram Bensin, Korban Jalani Operasi
INILAHKUNINGAN- Terjadi lagi penganiayaan antar pelajar di Kabupaten Kuningan. Belum tuntas proses hukum kasus dugaan kriminal mantan Pelajar SMK swasta, yang menganiaya Pelajar SMPN Jalaksana hingga mengalami operasi 30 jahitan di kepala, kasus nyaris serupa kembali terjadi, di Desa Cipakem, Maleber, Kabupaten Kuningan.
Korbannya, FA, Pelajar SDN 1 Desa Cipakem. Ia diduga dianiaya RI, Pelajar MTs di Wilayah Kecamatan Maleber hingga harus menjalani operasi di RSU Juanda Kuningan, semalam (6/10/2026), pukul 19.00.
Parahnya, pelaku RI diduga menganiaya korban FA dengan cara menyiramkan bensin, api kearah FA, hingga tubuhnya terbakar. terutama di bagian wajah dan leher hingga melepuh.
Keterangan di lokasi menyebut, bahwa peristiwa yang kembali menodai dunia pendidikan Kuningan ini, berawal ketika pelaku RI hendak pulang dari menonton hiburan musik dangdut di Desa Cipakem, Minggu (4/10/2026), sekitar pukul 12.30. Pelaku RI, tiba-tiba mengambil sisa bensin milik operator sound system, lalu dibawa ke lokasi korban, yang tengah bermain cukup jauh dari lokasi hiburan.
Di depan FA, yang tengah main sama adiknya, RI bermodus ingin menunjukan atraksi debus semburan api. Tapi entah kenapa, mendadak bensin ditangan RI disiramkan kearah FA, menyusul api. FA pun berteriak panas, tubuhnya terbakar. Melihat itu, RI segera kabur. Sedangkan adik FA dibantu temannya, segera mengambil air, lalu memadamkan api yang membakar tubuh FA.
Keluarga korban, yang terkejut, segera melarikan FA ke bidan untuk pengobatan. Tapi bidan segera merujuknya ke RS Kuningan Medical Center (KMC) Luragung, lalu mengharuskan operasi, Selasa (07/10/2026), pukul 19.00, di RSU Juanda Kuningan.
Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah, membenarkan kejadian itu. Hanya tepatnya menurut diaa, bukan dibakar, tapi tidak sengaja tubuh korban FA terbakar, karena anak-anak main api.
“Saya baru tahu malam ini. Tapi sudah proses kekeluargaan. Yang pasti, kejadian itu bukan atas dasar dendam, tapi tidak sengaja anak-anak main api, korban terbakar,” tuturnya, berusaha menjelaskan, saat dikonfirmasi via telepon./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.