INILAHKUNINGAN- Ancaman gejolak ekonomi global dampak Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, diwaspadai Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar. “Kondisi ekonomi Nasional dan global sudah mengkhawatirkan, terutama akibat dinamika geopolitik yang berdampak pada sektor energi dan fiscal,” ujar Bupati Dian

Kata dia, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan defisit anggaran Negara. Akhirnya, dapat berdampak pada berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah.

“Jika harga minyak naik satu dolar saja, defisit bisa bertambah sekitar Rp7 triliun. Ini tentu akan berimbas pada daerah,” ujar dia, nada khawatir

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Nasional juga mengalami koreksi hingga sekitar 3,1%. Sehingga pemerintah daerah diminta lebih waspada dan adaptif dalam menyusun kebijakan.

Menghadapi kondisi tersebut, Ia berjanji akan melakukan penyesuaian kebijakan anggaran dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan efisiensi. Terkait pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN tentu menjadi prioritas utama.

“Alhamdulillah, gaji dan TPP ke-14 dapat dibayarkan, termasuk TPP bulan Februari. Ke depan, kita pastikan hak ASN tidak boleh terlambat,” ucap Bupati Dian

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah program atau proyek yang belum menjadi prioritas akan ditunda sementara, guna memastikan stabilitas keuangan daerah tetap terjaga.

Begitu terkait kemungkinan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA), Bupati Dian menilai perlu adanya kajian lebih lanjut, mengingat kondisi infrastruktur dan jaringan di daerah belum sepenuhnya mendukung.

“Jangan sampai kebijakan tersebut justru menghambat pelayanan publik. Ini perlu dikaji secara matang sesuai kondisi daerah,” pungkasnya./red

Idul Fitri 1447 H