INILAHKUNINGAN– Hujan lebat, membuat Komplek Pertokoan Siliwangi, sebagai pusat perekonomian Kabupaten Kuningan, terlihat menyedihkan. Jalan Siliwangi banjir, menenggelamkan jalan hingga teras pertokoan. Bahkan, tidak sedikit air masuk kedalam pertokoan.
Praktis, aktivitas perekonomian mati. Pengunjung hingga pemilik took panik, karena harus menjaga, mengevakuasi banyak barang jualan mereka. Yang membuat mereka kecewe, adalah keberadaan separator jalan, yang dinilai mereka bukannya menjadi solusi atas polemik Pertokoan Siliwangi. Tapi justru menjadi biang kerok banjir.

Ketua Paguyuban Pertokoan Siliwangi Kuningan, Iwan Kurniawan mengakui 2 hari ini hujan deras. Tapi baru kali ini, Ia terkejut karena Jalan Siliwangi hari ini, terjadi banjir. Air bahkan naik ke dalam pertokoan. “Semua pemilik toko mengeluhkan ini,” ucap Iwan Kurniawan, Sabtu (23/11/2024), kepada InilahKuningan

Hasil penelusuran para pemilik took, penyebab pertama adalah saluran air. Setelah dibuka bersama, di hampir semua toko yang di depannya ada penutup saluran air, ternyata kapasitas saluran kecil. Sehingga tidak menampung debit air.

Kedua fungsi separator jalan, harus di evaluasi menyeluruh. Bahkan bukan hanya menghambat, tapi menahan air di jalan untuk tidak mengalir ke sungai. “Air ditengah jalan sampai separator sudah tertutup. Akibatnya air bisa naik ke dalam pertokoan,” beber dia

Selain itu, dalam separator jalan juga ada pohon-pohon. Entah apa konsep pohon diatas separator jalan. Bayangkan, kalau pohon membesar, separator juga pasti rusak. “Mohon di evalusi ke pemangku kebijakan,” pinta Iwan Kurniawan

Ia menilai tidak ada perencanaan matang dalam pembangunan separator jalan Siliwangi. Terbukti fungsi separator tidak maksimal. Saluran air juga terlalu kecil, banyak penyumbatan pula. Disamping kanopi teras Pertokoan Siliwangi, banyak bocor. Akibatnya depan pertokoan tetap basah kena guyur hujan.

“Awalnya Jalan Siliwangi sering krodit karena banyak parkir. Sehingga perlu ada perluasan. Tapi melihat kondisi seperti itu, tetap jalan menjadi sempit. Apalagi ada separator jalan. Ingat, siliwangi adalah pusat perekonomian Kuningan. Mohon rencanakan segala pembangunan secara matang,” tandasnya, nada menyindir sekaligus mengingatkan./tat azhari