Efektif! Akses Pendidikan Gratis Dari PNM, Ruang Pintar di Mundu Pesisir Raih Bantuan Ke-4
CIREBON – Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini terus diperlihatkan secara nyata. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PNM Cabang Cirebon kembali menyalurkan bantuan tahap keempat, kepada Ruang Pintar Kasih Sayang di Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, Sabtu (24/1/2025).
Ruang Pintar Kasih Sayang di Desa Mundu Pesisir berjalan efektif, sesuai harapan, disambut antusias anak-anak dan orang tua sejak diluncurkan beberapa tahun lalu. Tempat ini menjadi ruang belajar gratis bagi anak-anak usia pra sekolah, bahkan diminati anak lainnya di jenjang TK hingga sekolah dasar.
Program ini dirancang untuk menjawab keterbatasan akses pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu, sekaligus menyediakan ruang aman dan ramah anak.
Manajer Operasional PNM Cabang Cirebon, Annissa Maharani, menjelaskan bantuan tahap keempat ini merupakan hasil evaluasi berkelanjutan tim TJSL PNM.
Setiap perpanjangan bantuan diberikan secara selektif, hanya kepada rumah pintar yang dinilai efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, bahkan mendapat dukungan dari pemerintah Desa setempat.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan perpanjangan keempat untuk Ruang Pintar Kasih Sayang. Respons pemerintah desa sangat baik, ibu-ibu dari kalangan nasabah maupun non-nasabah ikut terlibat, dan yang paling terlihat anak-anak tampak bahagia. Kami berharap ruang pintar ini memberi dampak positif berkelanjutan bagi Desa Mundu Pesisir,” ujar Annissa.
Sejak awal berdiri, Ruang Pintar Kasih Sayang menjadi bagian dari inisiatif TJSL PNM untuk mendukung pendidikan anak usia dini. Fasilitas belajar terus ditingkatkan secara bertahap, mulai dari penyediaan alat tulis, listrik, kipas angin, hingga perbaikan ruang belajar agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan anak.
Kepala Ruang Pintar Kasih Sayang, Mimin Mintarsih, menyampaikan keberadaan ruang pintar sangat membantu masyarakat yang kesulitan menyekolahkan anak ke TK atau PAUD formal.
“Alhamdulillah ruang pintar ini sudah berjalan 2 tahun dan memperoleh empat kali perpanjangan bantuan. Banyak anak dari keluarga kurang mampu terbantu. Anak-anak jadi punya tempat belajar, tidak hanya bermain tanpa arah,” kata Mimin.
Saat ini, Ruang Pintar Kasih Sayang didukung dua tenaga pengajar dengan jumlah peserta didik mencapai 40 anak. Mereka terbagi ke dalam kelompok pra PAUD, yaitu usia 2-4 tahun, kemudian kelompok PAUD usia 4-6 tahun, serta anak usia sekolah dasar. Pola pembelajaran disesuaikan dengan tahapan usia, mulai dari penguatan motorik dan sosial emosional untuk anak pra PAUD, hingga pengenalan calistung dan pendidikan keagamaan.
Tak hanya sarana belajar, PNM juga memberikan dukungan kesejahteraan bagi guru pendamping. Selain bantuan alat pendidikan, PNM menyalurkan honorarium secara rutin guna menjaga keberlanjutan layanan pendidikan.
Sekretaris Desa Mundu Pesisir, R. Ahmad Fathin, mengapresiasi konsistensi PNM dalam mendukung pendidikan anak di wilayahnya. Menurutnya, perubahan signifikan terlihat sejak program berjalan hingga tahun keempat.
“Dari awal masih sepi, sekarang sudah ramai peminatnya. Peralatannya semakin lengkap, ruangan lebih layak, dan anak-anak punya tempat positif untuk berkreasi. Ini penting, terutama untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai saat di luar jam sekolah,” ungkapnya.
Melalui Ruang Pintar Kasih Sayang, PNM teebukti tidak hanya sebagai lembaga pembiayaan non-bank, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial. Dukungan terhadap pendidikan anak usia dini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya saing, khususnya di wilayah pesisir Cirebon. (Bubud Sihabudin)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.