INILAHKUNINGAN– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang seiring prakiraan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan terjadi hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP, meminta para lurah dan kepala desa untuk mengimbau warganya melakukan langkah pencegahan dini, khususnya bagi masyarakat yang memiliki pohon besar di sekitar rumah.

“Pohon dengan dahan terlalu lebat agar segera dipangkas. Sementara pohon yang sudah tua, lapuk, miring, dan berisiko roboh sebaiknya ditebang untuk mencegah kerugian maupun korban,” ujarnya, Minggu  (25/1/2026).

Selain di lingkungan permukiman, BPBD juga mewaspadai keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang ruas jalan. Indra menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan serta penanganan.

“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memantau kondisi di lapangan. Pemangkasan dilakukan seperlunya sesuai situasi dan kondisi agar dampak lanjutan seperti kemacetan dan gangguan aktivitas lainnya tidak terjadi,” katanya.

Indra juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti aktivitas wisata.

Imbauan tersebut, dijelaskan Indra, sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang di wilayah Kuningan.

BMKG mencatat keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta Teluk Carpentaria. Kondisi ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan hingga Papua Selatan.

Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas Monsun Asia yang disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat. Kondisi ini menyebabkan massa udara lembap lebih cepat dan mudah melintasi ekuator menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, khususnya di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berdasarkan pembaruan prospek cuaca per 22 Januari 2026 dengan periode hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia/red