Bantah Melanggar Etik, Politisi Golkar Kuningan Satria Akui Hamili Wanita Setelah Menikah Siri
INILAHKUNINGAN- Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kuningan, yang juga Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD, Satria Rizky Utama, akhirnya angkat bicara, terkait dugaan pelanggaran etik, dengan menghamili wanita di luar pernikahan, yang dituduhkan Forum Masyarakat Peduli Kemanusiaan (FMPK), saat puluhan Anggota FPMK menggeruduk Markas DPD Partai Golkar Kuningan, Jumat (12/06/2026).
Ikut menghadapi, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kuningan H Yudi Budiana beserta jajaran.
Seperti halnya disidang, Politisi Partai Golkar asal Daerah Pemilihan (Dapil) III ini, mengaku telah memenuhi 2 panggilan klarifikasi Tim Investigasi DPD Partai Golkar, terkait kasusnya ini. Ia pun merasa tidak berhak menceritakan detail kronologisnya. Ia mengisyaratkan, perbuatannya tersebut, tidak salah.
“Saya tegaskan, saya sudah 2 kali menyampaikan klarifikasi ke partai. Tim partai, yang diberikan mandat pun sudah investigasi ke lapangan. Selanjutnya, silahkan partai menyampaikan,” ucap Satria Rizky Utama, dalam forum
Ungkapan normatif itupun, memantik Sekretaris FMPK Ustad Luqman Maulana mendesak Satria agar menyampaikan kembali klarifikasinya ke partai dalam forum ini. “Jadi, menurut anda, kami salah anda yang benar. Anda sudah melanggar etika, berbuat amoral, tinggal jawab betul atau tidak,” tanya Ustad Luqman nada tinggi
Namun Satria tetap tidak mau menjawab inti pertanyaan, dengan kembali berdalih sudah mengklarifikasi masalahnya ke tim partai. Yang berhak menjawab menurut Satria adalah tim partai. Jawaban berputar Satria pun, membuat suasana forum menjadi tegang.
“Kalau anda merasa dugaan kami itu tidak benar, salah kalau anda melanggar etika, tolong jawab. Karena anda pejabat public. Anda anggota DPRD, digaji rakyat. Bahkan, anda anggota Badan Kehormatan. Kami paling tidak terima, anda sebagai anggota BK, justru melanggar kehormatan. Kenapa gak berani ngomong langsung,” tandas Ustad Luqman Maulana, penuh tanya
Ketegangan mereda, setelah Pimpinan DPD Partai Golkar meminta Satria untuk menceritakan saja, apa yang diminta FPMK. Saran itupun, membuat Satria berbicara. Sebagai pejabat publik, Ia merasa dituduh berbuat amoral. Ia menyatakan, hal yang dipersangkakan itu tidak benar.
“Itu sudah terbukti semua. Saya juga bisa mempertanggungjawabkan secara dunia dan akhirat. Saya pada 27 November 2025 selama 4 bulan itu, sudah nikah siri dulu. Maka izin saya juga minta dihargai, minta dihormati secara pribadi. Saya tidak bisa menceritakan detail kronologis lengkapnya,” papar Satria Rizky Utama./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.