Wahyu Hidayah Ungkap 6 Kata Terlarang Buat Insan Pertanian
INILAHKUNINGAN- Enam kata terlarang tidak boleh diucapkan insan pertanian Kabupaten Kuningan. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr Wahyu Hidayah disela memberikan motivasi pertemuan rutin Penyuluh Pertanian Lapangan Putri (PPLPI) Kabupaten Kuningan, di Markas Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciberes Lestari, Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, Sabtu (16/11/2024)
Wahyu Hidayah memuji peran penyuluh pertanian. “Penyuluh pertanian memiliki peran sangat strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Kita sebagai penyuluh, adalah agen perubahan. Apalagi saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dinamis dan cepat. Maka ibu-ibu bisa memanfaatkan AI untuk diterapkan di bidang pertanian,” papar Wahyu Hidayah
Wahyu Hidayah juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara penyuluh pertanian dan kelompok tani, khususnya kelompok wanita tani yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.
“Saya berharap, melalui pertemuan ini, para penyuluh dapat terus meningkatkan kompetensinya, berinovasi, memberikan inspirasi bagi para petani agar ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan semakin kuat,” tambahnya.
Wahyu mengingatkan, Presiden RI Prabowo telah meluncurkan Asta cita, program hasil terbaik cepat dan program strategis untuk cita-cita Indonesia. Antara lain untuk perwujudan ketahanan pangan, pengentasan stunting, mengurangi kemiskinan, dan kemandirian pertanian. “Sebagai leading sektor pertanian kita harus mengupayakan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk non organik dengan cara semua UPTD harus mempunyai demplot Eco Enzym (pupuk organik) dan PGPR, kemudian menjaga distribusi/penjualan hasil pertanian dengan harga yang menguntungkan bagi petani” jelasnya
Wahyu Hidayah kemudian membakar semangat para penyuluh putri, “Ada 6 kata terlarang bagi insan pertanian untuk diucapkan dan tidak boleh terlintas dalam fikiran kita. Yaitu tidak mungkin, tidak bisa, tidak mau, tidak tau, sudah tau, dan nanti saja. Inilah yang harus dicamkan dalam melakukan perbaikan kinerja di bidang pertanian” sebut dia./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.