INILAHKUNINGAN- Warga Kecamatan Luragung, terutama 5 desa lintasan Sungai Cirahayu sebagai Daerah Irigasi (DI) Luragung, Kabupaten Kuningan, nyaris menyerah menghadapi masalah sampah penyumbat sungai, yang tak kunjung ditangani Pemkab Kuningan.

Sampah menumpuk di kedalaman sungai 5 meter, terus memanjang. Meski arus deras, tidak ada aliran air sebagaimana sungai, karena tersumbat padat sampah. Mampet total. Terutama di sungai menuju gorong-gorong besar jalan provinsi, tepat Jalan Desa Cirahayu, Luragung.

Yang terlihat, air kotor tergenang diam dengan sampah-sampah menumpuk, bau menyengat.

“Sudah ditangani berkali-kali melalui gerakan warga, begitu memasang skat-skat besi penyaring sampah sudah, tetap saja begini. Sampai tumpukan sampah menggunung di pinggiran sungai, karena terus kita keruk. Bingung membuangnya kemana. Pusing,” ungkap Kepala Desa Luragung Tonggoh, Emnar Maeso Jenar, Senin (12/5/2025) kepada InilahKuningan

Tersumbat totalnya Irigasi tersebut, tentu akan merugikan warga 5 desa terutama ke bidang pertanian. Sebab secara otomatis pasokan air untuk area persawahan di 5 desa akan terhenti. Akibatnya terjadi gagal panen, merugikan petani.

“Dampak dari mampetnya sungai tersebut, dirasakan oleh petani Desa Cirahayu, Desa Sindangsuka, Desa Margasari, Desa Luragung Tonggoh dan Desa Luragung Landeuh dengan luas hamparan area pertanian sekitar 300 hektar lebih,” ungkap Emnar Maeso Jenar lagi

Menurut dia, ke 5 desa tersebut pernah berusaha menggalang dana patungan untuk membangun penahan sampah dari besi. Tapi akibat deras air dan banyaknya sampah, besi tersebut jebol. Diperbaiki, tapi jebol lagi.

“Jadi satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk saat ini adalah membongkar jalan provinsi untuk diperbaiki gorong-gorong mampetnya. Kemudian diperbesar agar ketika tersumbat lagi, akan mudah membersihkan,” katanya./tat azhari  

Idul Fitri 1447 H