INILAHKUNINGAN- Terungkap fakta bahwa ambruknya Gedung SDN 3 Cihirup, Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, ternyata bukan karena bangunan sudah tua. Dua ruang kelas belajar (RKB) yang ambruk tersebut, ternyata baru di revitalisasi atau direhabilitasi Tahun 2025 dengan nama Program 100 Hari Kinerja Bupati Kuningan.

Terlihat, material plafon hingga genteng mayoritas tidak ada tanda-tanda berusia tua, justru sebaliknya baik kayu, kaso hingga genteng masih segar. Anehnya, setiap revitalisasi SDN, material atap juga menggunakan baja ringan, yang terjadi dalam Revitalisasi SDN 3 Cihirup Tahun 2025 ini, juga masih menggunakan kayu.

“Betul, sebenarnya sudah direvitalisasi Tahun 2025 (2 RKB ambruk SDN 3 Desa Cihirup,red), masuk Program 100 Hari Kinerja Pak Bupati Kuningan,” ungkap Pj Kepala Desa Cihirup Dodo Suhada, Rabu (14/10/2026), saat dikonfirmasi InilahKuningan

Kenapa baru 1 tahun dibangun sudah ambruk, bagaimana pengawasan desa, Ia menyebut mungkin bencana meskipun tidak ada angina, tidak ada hujan. Ia mengaku tidak tahu soal kualitas bangunan, karena Ia baru menjabat Pj Kepala Desa per Juni Tahun 2026. Sedangkan Revitalisasi SDN 3 Desa Cihirup ini terjadi Tahun 2025.

“Yang mengerjakan juga pihak ketiga, kita tidak tahu. Tidak ada koordinasi samasekali ke pihak desa,” aku dia

Dodo Suhada mengaku ambruknya SDN 3 Desa Cihirup sudah ditinjau Wakil Bupati Kuningan, Kepala Disdikbud dan Kabid SD. Ditanya apakah Gedung SDN 3 Desa Cihirup masuk revitalisaasi Tahun 2026, Ia mengaku tidak masuk. Justru saat tinjauan Wabup Tuti Andriani, baru akan diajukan ke Kemendikdasmen untuk Tahun 2027.

“Kalau diajukan Tahun 2026 tidak mungkin, ini sudah akhir tahun anggaran. Kalau untuk Tahun  2027, saya mendengar itu,” katanya./tat azhari