Stop Proyek Jalan, Lurah Winduherang Diprotes
INILAHKUNINGAN- Pembangunan jalan menuju Astana Baru, atau Curug Tenjo, Kelurahan Winduherang, Kecamatan Kuningan, menuai kekecewaan berat warga. Sebab jalan sudah dibangun, tetapi mendadak dihentikan paksa oleh Lurah Winduherang.
“Kecewa pasti pak. Semua warga disini, sebenarnya kecewa. Masa jalan sudah dibangun, tiba-tiba dihentikan,” keluh tokoh warga, yang enggan namanya di publikasi, (06/08) kepada InilahKuningan
Banyak warga, apalagi tokoh masyarakat, pada mengeluh tetapi tidak berani bicara. Tujuan jalan sepanjang 300 meteran dari Jalan Raya Winduherang menuju Situs Curug Tenjo sebagai lokasi bersejarah, atau tempat pelemparan bokor penentuan Pusat Kota Kuningan itu, padahal akan bermanfaat panjang. Bukan hanya untuk masyarakat sekitar, tetapi buat Kabupaten Kuningan.
Tokoh Masyarakat, Jojo, tidak memungkiri hal itu. Ada warga kecewa, ada juga yang biasa saja karena masih menunggu tindak lanjut hasil kajian dari kelurahan. “Saat rapat terakhir, Pak Lurah mau membentuk panitia kalau sudah ada kajian. Tapi belum ada hasilnya sampai sekarang,” kata Jojo, yang juga eks Lurah ini
Alasan Lurah Winduherang menghentikan pembangunan jalan, menurut Jojo, karena khawatir berdampak pada terganggunya keberlangsungan mata air. Juga khawatir ketika jalan sudah terbangun, banyak bermunculan pemukiman. Disisi lain, inginnya masyarakat, pembangunan jalan menuju Curug Tenjo terus dilanjut karena persoalan mata air bisa diantisipasi. Apalagi, pembangunan sudah merupakan hasil kesepakatan masyarakat demi kepentingan umum.
Terlebih material serta bahan lain hasil swadaya, sebagian sudah ada. Meskipun ada masyarakat kecewa atas sikap Lurah Winduherang yang memberhentikan proses pembangunan, tetapi bagi dia sebagai masyarakat biasa saja. Ia berpikir setiap perjuangan, wajar kalau ada lancar, atau ada hambatan.
“Untuk saya pribadi, sabar dulu. Sambil menunggu kabar baru,” ucap Jojo
Diakui rencana awal jalan dibangun sepanjang 300 meter dengan lebar 4 meter. Dari jalan raya kelurahan, menuju Situs Curug Tenjo. “Baru terbangun 70 meteran, di istirahatkan dulu oleh Pak Lurah,” aku dia
Jojo pun mengajak masyarakat Kelurahan Winduherang, bersabar menunggu kajian dari kelurahan. “Sekarang harus dingin dulu, tensinya di turunkan dulu,” ajak dia./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.