Segera MoU UPI, Bupati Kuningan Siapkan 5 Pilar Gerakan Guru Melesat, Simak!
INILAHKUNINGAN- Anugerah Penghargaan UPI Award Tahun 2026 Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, sebagai bupati/walikota satu-satunya di Provinsi Jawa Barat sebagai penerima, berbuah kerjasama manis untuk kapasitas guru-guru di Kabupaten Kuningan.
Kedua pihak ternyata, juga tengah menyiapkan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang akan menjadi landasan pelaksanaan 5 pilar strategis pengembangan pendidikan melalui Gerakan Guru Melesat.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr Carlan MSi mengaku, bahwa rencana kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ke Kabupaten Kuningan beberapa minggu sebelumnya.
“Penandatanganan MoU antara UPI dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama November 2026. Kerjasama ini difokuskan pada lima pilar utama pengembangan pendidikan,” ujar Carlan
Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan diarahkan untuk menghadirkan program Guru Berdampak melalui Lima Pilar Guru Melesat. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan pemerataan layanan bagi masyarakat.
Gerakan Guru Melesat dirancang untuk mendukung visi Kuningan MELESAT melalui peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan tenaga pendidik, pengembangan pendidikan inklusif, serta perumusan kebijakan berbasis data. Lima pilar yang disiapkan juga diarahkan untuk menjawab tantangan pendidikan, mulai dari penanganan anak tidak sekolah hingga peningkatan kompetensi guru.
Pilar pertama, Sakola Deui. Program ini bertujuan mempercepat peningkatan rata-rata lama sekolah melalui pendidikan kesetaraan berbasis desa. Kegiatannya meliputi pendampingan pembelajaran Paket B dan Paket C, kuliah kerja nyata (KKN) tematik pendidikan kesetaraan, pendataan anak tidak sekolah dari rumah ke rumah, serta pelibatan alumni guru sebagai tutor dan motivator agar masyarakat kembali mengenyam pendidikan.
Pilar kedua, Akademi Guru Melesat. Pilar ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki karakter yang kuat. Program yang disiapkan mencakup pelatihan pembelajaran mendalam, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara etis untuk pembelajaran dan asesmen, coaching kepemimpinan bagi kepala sekolah, serta pembentukan komunitas belajar guru di setiap kecamatan.
Pilar ketiga, Guru untuk Pelosok. Program ini diarahkan untuk mendorong pemerataan distribusi dan ketersediaan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang masih kekurangan guru. Upaya yang direncanakan meliputi penempatan mahasiswa untuk praktik lapangan dan magang, program Alumni Mengajar, beasiswa bagi putra-putri Kuningan yang berkomitmen kembali mengabdi sebagai guru, serta pendampingan calon guru daerah hingga menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Pilar keempat, PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri. Pilar ini bertujuan memperkuat layanan pendidikan bagi seluruh anak, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), anak berkebutuhan khusus, hingga pendidikan keagamaan. Kegiatannya meliputi kampanye pentingnya PAUD, pelatihan guru PAUD dan pendidikan inklusif, pendampingan sekolah luar biasa (SLB) serta sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, dan pelatihan pedagogik bagi guru ngaji serta pengajar Diniyah Takmiliyah (DTA).
Pilar kelima, Observatorium Pendidikan Kuningan. Program ini menjadi instrumen untuk memperkuat perumusan kebijakan pendidikan berbasis data dan kajian. Pelaksanaannya mencakup pemetaan anak tidak sekolah dan kebutuhan guru di setiap desa, pemantauan capaian program bersama pemerintah daerah, kajian kebijakan pendidikan, serta evaluasi tahunan terhadap dampak empat pilar lainnya. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan pendidikan diharapkan lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Kelima pilar itu dirancang saling melengkapi. Sakola Deui memperluas kesempatan masyarakat untuk kembali belajar, Akademi Guru Melesat meningkatkan kualitas pendidik, Guru untuk Pelosok mendorong pemerataan tenaga pengajar, sedangkan PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri memperkuat layanan pendidikan yang inklusif. Adapun Observatorium Pendidikan Kuningan menjadi landasan evaluasi dan perumusan kebijakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Gerakan Guru Melesat juga selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya penguatan sumber daya manusia yang tangguh serta penanaman nilai-nilai agamis dalam kehidupan bermasyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang kuat, mulai dari tingkat desa hingga kebijakan daerah./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.