INILAHKUNINGANSetelah dinyatakan memenuhi 3 syarat cukup berat operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai intruksi Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 158 Dapur MBG di Kabupaten Kuningan tercatat telah mengajukan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan.

Hal itu diakui Kepala Bidang Kesehatan, Idik Sidik. Diakui, bahwa  setiap dapur MBG yang akan mengajukan SLHS wajib memenuhi 3 persyaratan utama sebelum SLHS diterbitkan.

Persyaratan pertama adalah Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Dalam tahap ini, kelayakan dapur diperiksa secara menyeluruh, mulai dari proses awal pengolahan hingga tahap akhir penyajian makanan. Dapur dinyatakan memenuhi syarat apabila hasil penilaian kesehatan lingkungannya mencapai nilai minimal 80.

“Dapurnya harus sudah dilaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan atau dilihat kelayakannya dari mulai proses awal sampai proses akhir. Kalau memenuhi syarat dari kesehatan lingkungan, nilainya minimal 80, maka dinyatakan memenuhi syarat,” katanya

Persyaratan kedua adalah kepemilikan sertifikat penjamah makanan. Untuk dapur dalam kategori A2 dengan kapasitas produksi di atas 750 porsi, minimal 50 persen penjamah makanan atau relawan harus telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat.

Menurutnya, syarat ini penting agar seluruh petugas dapur memahami standar pengolahan pangan yang aman, higienis, dan sesuai ketentuan kesehatan.

“Minimal 50 persen dari penjamah makanan harus memiliki sertifikat. Syukur-syukur kalau semuanya sudah memiliki, karena kami mengharapkan seluruh penjamah makanan terpapar cara pengolahan pangan yang baik,” katanya.

Selanjutnya persyaratan ketiga adalah uji sampel laboratorium, yang meliputi pemeriksaan sampel makanan dan air. Hasil laboratorium harus menunjukkan bahwa seluruh sampel memenuhi syarat dan negatif dari bakteri.

“Jika ketiga tahapan tersebut telah dipenuhi, maka dapur dapat melanjutkan pengajuan penerbitan SLHS ke kita (Dinkes Kuningan,red),” ujar Idik Sidik

Ia menilai respon Dapur MBG di Kuningan cukup baik. Hingga saat ini, tercatat 158 dapur telah mendaftarkan diri untuk mengikuti proses pengajuan SLHS.

“Alhamdulillah untuk Kuningan termasuk bagus. Kami merespon cepat revitalisasi dapur ini karena ada instruksi dari BGN bahwa bagi Dapur MBG belum memiliki SLHS, mereka langsung mengajukan ke dinkes,” ujar dia./red