Meski Vakum, Ratusan Alumni Tetap Mengenang 50 Tahun SMA Kosgoro Kuningan
INILAHKUNINGAN- Meski operasional sekolahnya telah berhenti lama, dan gedungnya kini dihuni SDN 17 Kuningan, Reuni Akbar 50 Tahun SMA Kosgoro Kuningan di Gedung Sanggarriang, tetap meriah.
Bertajuk “Merenda Kasih Menjalin Silaturahmi”, reuni mereka bahkan dihadiri istimewa Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanaur, Wakil Bupati Tuti Andriani dan Sekda U Kusmana.

“Reuni akbar 50 tahun ini, sebuah rentang perjalanan waktu yang cukup panjang. Meskipun hari ini SMA Kosgoro sudah tidak tegak berdiri sebagai institusi dan bangunannya kini digunakan untuk mendidik putra-putri di SDN 17, namun sesungguhnya SMA Kosgoro tidak benar-benar hilang,” ungkap Bupati Dian, disela pidato
Ditegaskan, bahwa sekolah adalah tentang memori dan warisan yang ditinggalkan. “Ini bukan berbicara soal bangunan atau papan nama, tapi sekolah itu akan selamanya terpatri dalam ingatan para muridnya. SMA Kosgoro telah banyak melahirkan prestasi dan alumninya kini tersebar di berbagai bidang.
“Saya berharap keguyuban ini tetap bisa bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menghadapi pekerjaan rumah yang masih besar di Kabupaten Kuningan,” harapnya
Senada dengan Bupati, Sekda Uu Kusmana, menyebut reuni ini bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan momentum mengonsolidasikan jejaring alumni sebagai kekuatan sosial.
“Jika dilihat dari perspektif pembangunan, alumni ini adalah aset besar yang tersebar di pemerintahan, dunia usaha, hingga pendidikan. Kita punya tanggung jawab moral untuk berkontribusi mendukung program daerah, terutama menghadapi tantangan kemiskinan dan pengangguran. Tidak harus besar, minimal dari lingkungan terdekat kita. Walaupun SMA Kosgoro sudah tidak ada, tapi akan dikenang sepanjang masa. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” ungkap dia
Ketua Panitia Reuni, Nanang, memaparkan antusiasme luar biasa dari para alumni. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini berhasil menghimpun partisipasi dana yang cukup besar, mencapai puluhan juta rupiah, yang berasal dari donasi lintas angkatan serta kontribusi ratusan peserta yang hadir.
Lebih jauh, Nanang bernostalgia mengenai keterlibatan langsung para siswa dalam sejarah pembangunan fisik sekolah puluhan tahun silam. “Kami dulu ikut mengecor, dari lantai dua sampai lantai tiga. Jadi secara historis, kami punya andil terhadap berdirinya SMA Kosgoro,” kenangnya bangga./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.