Kuningan Mundur, Ageung: Motivasi Pejabat Disporapar Rendah
INILAHKUNINGAN- Keputusan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kuningan tidak mengirimkan perwakilan Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Kuningan di tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023, membuat geram Paguyuban Moka Kuningan.
“Seharusnya Kuningan Maju sesuai visi Kabupaten Kuningan. Tapi tidak berlaku untuk Disporapar Kuningan. Setelah bertahun-tahun Kuningan dikenal unggul dalam melahirkan nonoman sunda yang masagi melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat, seperti Nursidik yang menjadi juara satu mengungguli nonoman sunda se Tanah Pasundan, sekarang Kuningan Mundur,” tegas Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Kuningan Tahun 2012, Ageung Sutrisno, Jum’at (14/7/2023), kepada InilahKuningan
Menurut Delegasi Indonesia Debat Bahasa Inggris Sea Asean di Curtin University Malaysia 2014 ini, kemuduran Kuningan dalam hal ini tajam. Seperti diakui Dedi selaku Kasi Ekraf Disporapar Kuningan ketika ditanya tentang ketidakikutsertaan Kuningan untuk Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2023.
“Muhun kaleresan taun ayeuna teu ngintunkeun Pasangiri Moka Jabar kumargi kirang langkung 3 taun Kuningan henteu ng’ayakeun pemilihan moka’ janten teu aya perwakilan’ sareung keterbatasan anggaran kangge pelaksanaan pemilihan Moka Kuningan Hapunten,” kutip Ageung dari jawaban whatsapp Dedi
Hal ini menurut Ageung sangat disayangkan, memalukan sekaligus tidak mencerminkan sosok pejabat kreatif seperti nama bidangnya yaitu ekonomi kreatif dan industri pariwisata.
“Saya akan bedah satu-satu bagaimana jawaban ini benar -benar sangat tidak layak untuk diungkapkan oleh sebuah dinas yang beroperasi atas uang pajak dari rakyat,” tandas Peraih Juara 1 Duta Bahasa Jabar 2013 dan Juara 1 Duta Mahasiswa Jabar 2014, Juara 1 Wirausaha Muda Jabar 2019 dan Juara 2 Duta Pariwisata Jabar 2112 ini
Pertama alasan keterbatasan anggaran. Setiap lembaga menurut Ageung, memang dibatasi anggarannya agar mampu berpikir kreatif. Bagaimana anggaran tersedia bisa menghasilkan program luar biasa. Indikatornya jelas bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat, meningkatkan prestasi, atau juga mengurangi permasalahan. “Tidak ada satupun lembaga yang memiliki anggaran tak terbatas,” tegasnya
Untuk Pasanggiri Moka Jabar 2023 sendiri, sebenarnya hanya memerlukan biaya sangat rendah. Sejujurnya biaya memberangkatkan perwakilan untuk mengikuti sebuah lomba itu minim sekali. Cukup diberikan doa dan dukungan pun sudah sangat bahagia.
“Ingat berbicara dengan para pemuda, janganlah sesekali membahas masalah uang, kami lebih senang untuk diberi tantangan. Berapa sih biaya mengirimkan utusan untuk mengikuti Pasanggiri Moka Jabar? Saya yang pernah merasakan menjadi utusan bisa memastikan bahwa gaji seorang kepala dinas pun jauh lebih besar dari ongkos untuk peserta pasanggiri,” tandas Ageung
Biaya minim namun tetap tidak mengirimkan utusan, menurut Ageung bukan karena anggaran tapi lebih kepada motivasi rendah dari pemilik kebijakan. “Masyarakat juga bisa menilai,” ujarnya
Setelah beberapa tahun belakangan Kuningan diterpa masalah pengangguran, kemiskinan ekstrim, stunting dan lain-lain, sejujurnya Ia berharap ada hal yang membanggakan lainnya dari sebuah prestasi Nonoman Kuningan. Namun apalah daya tangan tak sampai. Jangankan untuk berprestasi, untuk mengikuti sebuah pasanggiri pun nampak tak berarti.
“Jadi sudahlah tepat jika Disporapar Kuningan benar benar mengubah visi Kuningan Maju menjadi Kuningan Mundur karena kemunduran progres berpikir pemangku kebijakannya,” pungkas pemuda yang pernah menjadi Pembicara Seminar Internasional Linguistik di Undip 2013 itu./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.