INILAHKUNINGAN- Tindakan persekusi Aktivis Lingkungan Senior, yang juga Pendiri LSM Akar Kuningan, Frederic Amallo, oleh sejumlah massa, terkait penyadapan getah pinus di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, yang diduga illegal, semakin memanas.

Sebagai bentuk keprihatinan, sekaligus dukungan terhadap suara kritis korban persekusi, yang dianggap senior mereka, ratusan aktivis lingkungan gabungan LSM Akar, pecinta lingkungan SLTA hingga kampus, bergerak dalam aksi Solidaritas Terhadap Persekusi Aktivis Lingkungan oleh Para Penjahat Getah, di depan Pendopo Bupati Kuningan.

Unjuk rasa, yang dikawal cukup ketat aparat kepolisian dan Satpol PP tersebut, berjalan tertib. Meski begitu, teriakan orasi hingga puisi kesedihan atas kondisi Gunung Ciremai, yang kian terancam, terutama dengan penyadapan getah pinus illegal selama 3 tahun, menyusul pembungkaman kritik aktivis lingkungan oleh sejumlah pihak melalui persekusi, cukup menggetarkan lokasi unjuk rasa.

“Kenapa kami nyatakan illegal, karena penyadap telah beroperasi sebelum terbitnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai TNGC maupun Kementerian Kehutanan RI,” tandas Korlap Aksi, Ridwan

Ia berkomitmen terus menolak penyadapan getah pinus illegal TNGC, jika belum ada perkembangan solusi. Apalagi telah terjadi persekusi aktivis seniornya.. “Kita tidak akan menyerah,” tandas Ridwan

Di tengah aksi, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar tiba di lokasi unjuk rasa. Dikawal oleh Sekda Kuningan U Kusmaan dan sejumlah para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Bupati ikut menyuarakan penyesalannya atas kejadian persekusi korban. Ia ingin kejadian memprihatinkan ini, tidak terulang.

Pemkab Kuningan sendiri, telah mengambil kebijakan strategis menjaga kelestarian lingkungan di kawasan TNGC. Namun, kewenangan pengelolaan kawasan konservasi berada di pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan. “Kami terus berkomunikasi dengan kementrian kehutanan, juga Balai TNGC untuk mengurai masalah ini. InsyaAllah, dalam waktu dekat ada solusi,” ucap Bupati Dian./tat azhari