Inilah Penyebab Kuningan Termiskin Di Jabar
Inilah Penyebab Kuningan Termiskin Di Jabar
INILAHKUNINGAN- Penyebab meroketnya angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan, terkuak. Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menyebut, hasil kajian sementara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kuningan, kemiskinan masyarakat Kota Kuda ini, terdongkrak dari pengangguran dan petani.
“Jadi 72% kemiskinan ini, kontributornya dari para pengangguran, yang membutuhkan pekerjaan dan petani. Dari petani ini, kurang lebih 12 % yang punya lahan dibawah setengah hektar. Belum lagi berbicara perhutani,” terang Dian, usai memenuhi panggilan Pimpinan DPRD Kuningan, bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait kemiskinan, di Gedung DPRD, Selasa (02/02/2021)
Ada penomena di lapangan, petani akan bercocok tanam juga sulit. Karena modalnya habis untuk biaya keseharian akibat Covid 19. Ditambah perantauan yang bekerja di sektor informal pulang kampung.
“Masyarakat Kuningan 30% perantau, dan bekerja di sektor informal. Ini pasti akan sangat berpengaruh,” tandas Dian
Maka, bersama DPRD, Ia telah membahas variable dari sisi indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan. Meskipun Ia mengklaim, garis kemiskinan Kuningan itu menengah, agak tinggi diangka Rp352.358. “Kalau dibawah itu, betul kita miskin,” ujar dia
Indeks kedalaman kemiskinan, menurut Dian, Kuningan tertinggi di Jabar. Jadi, jarak antara orang miskin saja jauh. Indeks keparahan juga, Kuningan tertinggi di Jabar. “Jadi antara orang miskin ini, jaraknya juga berbeda, jauh,” ujar dia lagi
Meski begitu, sebenarnya Ia tidak menyoal pernyataan gubernur. Datanya dari mana. Sebab Ia biasa mengacu pada data BPS yang dilansir Februari-Maret. Tapi setidaknya itu menjadikan motivasi bagi Pemkab Kuningan, bahwa Gubernur Jabar akan menjadikan Kuningan bahan re-orientasi dalam program dan penganggaran./M-5


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.