INILAHKUNINGAN – Suasana Jumat malam di Dusun Kliwon Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terasa berbeda. Jalan desa yang biasanya lengang selepas Isya mendadak semarak cahaya, iringan sholawat, serta kostum-kostum unik bernuansa religi.

Mushola At Taqwa bersama warga Dusun Kliwon dan Dusun Manis sukses menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan konsep karnaval religi yang meriah, Jumat malam (9/1/2026).

Ratusan warga lintas usia tumpah ruah mengikuti karnaval yang menjadi rangkaian utama peringatan Isra Miraj tahun ini. Berangkat dari Mushola At Taqwa selepas salat Isya, iring-iringan sepanjang kurang lebih 200 meter berkeliling desa dengan rute sekitar dua kilometer. Cahaya lampion, tabuhan rebana, hingga lantunan sholawat dari kendaraan pembuka menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kegembiraan.

Yang menarik, karnaval ini tidak sekadar pawai biasa. Panitia menghadirkan beragam visual edukatif dan simbolik. Mulai dari barisan pembawa keranda mayat berhias lampu sebagai pengingat peningkatan amal, warga berkostum pejuang Palestina, lampion kreatif, barisan pawai obor, hingga kelompok rebana yang mengiringi perjalanan. Semua elemen itu dirangkai menjadi pesan dakwah yang mudah diterima, terutama oleh generasi muda.

Selepas pawai, seluruh peserta dan warga berkumpul kembali di Mushola At Taqwa. Acara dilanjutkan dengan pembagian makanan gratis di halaman mushola, serta momen yang ditunggu tunggu yaitu pembagian puluhan doorprize senilai jutaan rupiah. Menariknya, seluruh doorprize dan konsumsi berasal dari swadaya masyarakat. Warga dengan sukarela menyumbangkan rezeki, baik berupa uang, makanan, maupun tenaga, tanpa pamrih.

Rangkaian egiatan Isra Miraj di Mushola yang diresmikan sejak 2014, sepenuhnya diinisiasi dan digerakkan oleh para pemuda, dengan dukungan penuh dari para tokoh dan orang tua.

Tokoh agama Mushola At Taqwa, Kyai Juheni, mengungkapkan, peringatan Isra Miraj tahun ini mengusung tema Semangat Isra Miraj dalam Membangun Generasi yang Beriman. Ada tiga misi utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

“Yang pertama, kita mengagungkan mukjizat Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra Miraj, di mana umat Islam menerima amanah besar berupa salat. Yang kedua, ini adalah misi merangkul generasi muda agar betah dan aktif berkegiatan di musala. Panitia seluruhnya anak-anak muda, dan kami para orang tua siap diatur oleh mereka,” ujar Kyai Juheni.

Ia menambahkan, misi ketiga dari kegiatan ini adalah menjadikan bulan Rajab sebagai momentum persiapan spiritual menuju Ramadan. “Dengan gebyar ini, kami ingin mengajak masyarakat bersiap secara iman dan kebersamaan menyambut bulan suci,” jelasnya.

Selain karnaval, rangkaian peringatan Isra Miraj 1447 H di Mushola At Taqwa akan dilanjutkan dengan tabligh akbar di hari berikutnya.

“Apa yang kita lakukan ini murni dari masyarakat. Alhamdulillah, semuanya merasa senang ketika diajak berbagi untuk kegiatan keagamaan,” ungkap Kyai Juheni.

Karnaval Isra Miraj tahun ini juga menyelipkan pesan solidaritas untuk Palestina. Kehadiran kostum pejuang Palestina dan simbol-simbol Masjidil Aqsa menjadi pengingat kuat akan makna perjalanan Isra Miraj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

“Kita sengaja mengangkat tema solidaritas Palestina, karena Masjidil Aqsa berada di Palestina, dan saat ini saudara-saudara kita di sana sedang diuji. Minimal yang bisa kita lakukan adalah mendoakan dan menumbuhkan empati,” tuturnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Cijala, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus Mushola At Taqwa, serta sponsor setempat, diantaranya Aura Decoration. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya sinergi antara masyarakat, pemuda, dan tokoh desa dalam menjaga tradisi keagamaan yang edukatif dan bermakna.

Di Dusun Kliwon Desa Cilaja, Isra Miraj tak hanya diperingati sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga dirayakan sebagai ruang pembelajaran iman, kebersamaan, dan kepedulian global. Sebuah contoh, dakwah bisa dikemas meriah, menyentuh, dan relevan dengan zaman. (Bubud Sihabudin)